Minggu, 19 Januari 2020

STUDI KASUS BESERTA SOLUSI 4.0


Potret Kehidupan Warga Miskin Jl. Karees Sapuran Rt 04/02
Kel. Samoja Kec. Batununggal Kab. Bandung
Kemiskinan memang suatu hal yang sudah menjadi perbincangan yang tak habis-habisnya di Indonesia. Banyak rakyat yang menderita karena kemiskinan yang tak kunjung berakhir dari negara ini. Kita semua menyadari bahwa kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih banyak kita temui permukiman masyarakat miskin hampir di setiap sudut kota. Salah satunya adalah permukiman masyarakat miskin yang ada di Jl. Karees Sapuran, Bandung. Mengacu pada batasan garis kemiskinan yang digunakan BPS, Jumlah penduduk miskin di Kota Bandung pada Tahun 2008 sebanyak 82.432 KK atau sekitar 13.21 % dari Jumlah penduduk Kota Bandung. Indikator yang erat kaitannya dengan kemiskinan adalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Dari hasil observasi yang dilakukan, diketahui bahwa masih terdapat warga miskin di jl. Karees Sapuran Rt 04/02, Bandung ini. Dari sejumlah 32 KK yang ada di daerah tersebut, 8 KK diantaranya tergolong pada warga miskin. Sebagian besar warga miskin ini tidak memiliki pekerjaan yang tetap, bahkan hanya menganggur saja, hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi pemerintah setempat. Adapun kriteria yang dijadikan patokan oleh pemerintah setempat untuk menentukan seseorang termasuk warga miskin atau bukan yaitu bisa dilihat baik dari tempat tinggal maupun dari pekerjaannya atau dari taraf ekonominya.
Dilihat dari segi pendidikannya, warga yang termasuk dalam warga miskin ini, rata-rata hanya sekolah sampai tingat Sekolah Menengah Pertama, atau hanya sampai tingkat Sekolah Dasar saja. Tentu hal ini akan mempengaruhi prospek pekerjaan yang didapat, karena adanya keterkaitan yang cukup erat antara tingkat pendidikan dengan pekerjaan. Untuk mendapatkan pekerjaan dibutuhkan suatu keterampilan yang salah satunya bisa didapatkan melalui pendidikan.
Kehidupan warga miskin ini masih serba kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, dengan himpitan ekonomi yang begitu tinggi. Bahan-bahan pokok yang serba mahal serta sulitnya mencari lahan pekerjaan, tetapi mereka dituntut untuk bisa bertahan ditengah-tengah keadaan sulit tersebut. Warga miskin ini hanya mengandalkan sisa simpanan barang yang mereka miliki untuk tetap bisa menyambung kehidupannya.
Selain hal tersebut diatas, berdasarkan penuturan beberapa narasumber diketahui bahwa tanah yang mereka  tempati sekarang merupakan tanah oranglain, mereka tidak memiliki tanah sendiri, mereka menyewa kepada pemilik tanah yang harganya di sesuaikan dengan luas tanah yang ditempati. Mirisnya kurang ada bantuan dari sesama warga yang ada disana, kurangnya kepedulian terhadap sesama, jarang ada bantuan yang sengaja diberikan oleh orang kaya kepada orang miskin. Di sini terlihat adanya sifat individualis yang menjadi salah satu ciri dari masyarakat kota, meskipun tidak semua masyarakat kota bersifat individualis.

KESIMPULAN/SARAN/UPAYA
Adapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk membantu warga miskin ini diantaranya adalah dengan adanya pembagian Bantuan Langsung Tunai, yang dilakukan setiap 3 bulan sekali, namun sayangnya Bantuan Langsung Tunai ini kini sudah dihentikan. Adanya jaminan kesehatan bagi warga miskin meskipun hanya beberapa saja yang mendapatkannya. Selain itu pemerintah pun mengupayakan bantuan berupa Beras Miskin (Raskin) yang diberikan rutin setiap sebulan sekali yang diberikan baik ketika awal maupun akhir bulan. Raskin ini biasanya dijual dengan harga Rp. 1400/kilogram, hal ini dirasa cukup bisa sedikit meringankan beban warga miskin yang ada disekitar, meskipun tak bisa menolong sepenuhnya.
Namun sayangnya, dalam situasi seperti ini masih saja ada warga miskin yang menyalahgunakan bantuan dari pemerintah ini. Karena adanya bantuan membuat warga merasa nyaman dengan keadaannya sehingga kurang termotivasi untuk mencari pekerjaan dan terus menempatkan dirinya sebagai warga miskin karena takut kehilangan bantuan tersebut. Seyogyanya pemerintah harus lebih selektif dalam memilih orang-orang yang berhak untuk mendapatkan bantuan dan memberikan penyuluhan serta menggalakkan upaya-upaya yang dilakukan agar bisa memberantas masalah kemiskinan ini supaya tidak terus berlarut-larut, dan juga perlunya dilakukan pengawasan yang lebih teliti agar tidak terjadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STUDI KASUS BESERTA SOLUSI 4.0

Potret Kehidupan Warga Miskin Jl. Karees Sapuran Rt 04/02 Kel. Samoja Kec. Batununggal Kab. Bandung Kemiskinan memang suatu hal yang s...