Potret
Kehidupan Warga Miskin Jl. Karees Sapuran Rt 04/02
Kel.
Samoja Kec. Batununggal Kab. Bandung
Kemiskinan memang
suatu hal yang sudah menjadi perbincangan yang tak habis-habisnya di Indonesia.
Banyak rakyat yang menderita karena kemiskinan yang tak kunjung berakhir dari
negara ini. Kita semua menyadari bahwa kemiskinan merupakan salah satu masalah
sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program
dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih banyak kita temui permukiman masyarakat
miskin hampir di setiap sudut kota. Salah satunya adalah permukiman masyarakat
miskin yang ada di Jl. Karees Sapuran, Bandung. Mengacu pada batasan garis
kemiskinan yang digunakan BPS, Jumlah penduduk miskin di Kota Bandung pada
Tahun 2008 sebanyak 82.432 KK atau sekitar 13.21 % dari Jumlah penduduk Kota
Bandung. Indikator yang erat kaitannya dengan kemiskinan adalah pendidikan,
kesehatan, dan ekonomi.
Dari hasil observasi
yang dilakukan, diketahui bahwa masih terdapat warga miskin di jl. Karees Sapuran
Rt 04/02, Bandung ini. Dari sejumlah 32 KK yang ada di daerah tersebut, 8 KK
diantaranya tergolong pada warga miskin. Sebagian besar warga miskin ini tidak
memiliki pekerjaan yang tetap, bahkan hanya menganggur saja, hal ini tentu
harus menjadi perhatian bagi pemerintah setempat. Adapun kriteria yang
dijadikan patokan oleh pemerintah setempat untuk menentukan seseorang termasuk
warga miskin atau bukan yaitu bisa dilihat baik dari tempat tinggal maupun dari
pekerjaannya atau dari taraf ekonominya.
Dilihat dari segi
pendidikannya, warga yang termasuk dalam warga miskin ini, rata-rata hanya
sekolah sampai tingat Sekolah Menengah Pertama, atau hanya sampai tingkat
Sekolah Dasar saja. Tentu hal ini akan mempengaruhi prospek pekerjaan yang
didapat, karena adanya keterkaitan yang cukup erat antara tingkat pendidikan
dengan pekerjaan. Untuk mendapatkan pekerjaan dibutuhkan suatu keterampilan
yang salah satunya bisa didapatkan melalui pendidikan.
Kehidupan warga
miskin ini masih serba kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
sehari-hari, dengan himpitan ekonomi yang begitu tinggi. Bahan-bahan pokok yang
serba mahal serta sulitnya mencari lahan pekerjaan, tetapi mereka dituntut
untuk bisa bertahan ditengah-tengah keadaan sulit tersebut. Warga miskin ini
hanya mengandalkan sisa simpanan barang yang mereka miliki untuk tetap bisa
menyambung kehidupannya.
Selain hal tersebut
diatas, berdasarkan penuturan beberapa narasumber diketahui bahwa tanah yang
mereka tempati sekarang merupakan tanah oranglain, mereka tidak
memiliki tanah sendiri, mereka menyewa kepada pemilik tanah yang harganya di
sesuaikan dengan luas tanah yang ditempati. Mirisnya kurang ada bantuan dari
sesama warga yang ada disana, kurangnya kepedulian terhadap sesama, jarang ada
bantuan yang sengaja diberikan oleh orang kaya kepada orang miskin. Di sini
terlihat adanya sifat individualis yang menjadi salah satu ciri dari masyarakat
kota, meskipun tidak semua masyarakat kota bersifat individualis.
KESIMPULAN/SARAN/UPAYA
Adapun upaya yang
dilakukan oleh pemerintah untuk membantu warga miskin ini diantaranya adalah
dengan adanya pembagian Bantuan Langsung Tunai, yang dilakukan setiap 3 bulan
sekali, namun sayangnya Bantuan Langsung Tunai ini kini sudah dihentikan.
Adanya jaminan kesehatan bagi warga miskin meskipun hanya beberapa saja yang
mendapatkannya. Selain itu pemerintah pun mengupayakan bantuan berupa Beras
Miskin (Raskin) yang diberikan rutin setiap sebulan sekali yang diberikan baik
ketika awal maupun akhir bulan. Raskin ini biasanya dijual dengan harga Rp.
1400/kilogram, hal ini dirasa cukup bisa sedikit meringankan beban warga miskin
yang ada disekitar, meskipun tak bisa menolong sepenuhnya.
Namun sayangnya,
dalam situasi seperti ini masih saja ada warga miskin yang menyalahgunakan
bantuan dari pemerintah ini. Karena adanya bantuan membuat warga merasa nyaman
dengan keadaannya sehingga kurang termotivasi untuk mencari pekerjaan dan terus
menempatkan dirinya sebagai warga miskin karena takut kehilangan bantuan
tersebut. Seyogyanya pemerintah harus lebih selektif dalam memilih orang-orang
yang berhak untuk mendapatkan bantuan dan memberikan penyuluhan serta
menggalakkan upaya-upaya yang dilakukan agar bisa memberantas masalah
kemiskinan ini supaya tidak terus berlarut-larut, dan juga perlunya dilakukan pengawasan
yang lebih teliti agar tidak terjadi
LINK YOUTUBE: https://www.youtube.com/watch?v=NjTcs7A8CbM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar