NPM :
20319494
Kelas :
1TB04
Jurusan :
Arsitektur
Mata Kuliah :
Ilmu Sosial Dasar
Pendahuluan
Sebagai makhluk sosial, manusia selalu bergantung kepada
orang lain. Bagaimana cara manusia tersebut bisa bergantung kepada orang lain
adalah dengan interaksi antar sesama manusia, dengan cara saling berkomunikasi.
Dalam interaksi antar sesama manusia, pasti terdapat masalah yang timbul jika
manusia tersebut tidak saling berkomunikasi, selain itu manusia bisa saja
memiliki masalah dengan manusia lain karena tidak hidup rukun dan tidak saling
menghargai.
Oleh karena
manusia adalah makhluk yang sempurna karena memiliki akal, maka semua
permasalahan yeng terjadi pasti ada solusinya. Bagaimana cara kita menyikapi
solusi permasalahan tersebut dengan baik, tepat dan benar? Dalam masa
perkuliahan ini Ilmu Sosial Dasar akan memberikan kita kajian teori pengetahuan
dan konsep teori yang dapat kita gunakkan untuk memecahkan permasalahan yang
kian marak terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuannya, agar kita dapat
memahami, menerapkan ilmu juga dapat menumbuhkan rasa kesadaran terhadap
lingkungan sosial, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan
masyarakat dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi.
Sebelum
kita dapat mengetahui, menganalisis dan memberikan solusi pada persoalan yang
terjadi di tengah-tengah masyarakat, kita harus mengetahui pengertian Ilmu
Sosial Dasar, dan apa perbedaannya dengan Ilmu Pengetahuan Sosial, seberapa
penting kita sebagai mahasiswa harus mengetahui Ilmu Sosial Dasar, dll.
- PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR & ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL
Ilmu Sosial dasar adalah ilmu-ilmu sosial yang digunakkan dalam
pendekatan sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan
masalah-masalah sosial yang berkembang dalam masyarakat. Dalam ilmu sosial
dasar ini mahasiswa dapat mengkaji masalah-masalah sosial, khususnya yang
diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengen menggunakkan fakta, konsep dan
teori yang berasal dari berbagai macam bidang pengetahuan seperti Ilmu Sejarah,
Ilmu Ekonomi, Geografi Sosial, Ilmu Sosiologi, Antropologi dan Psikologi
Sosial.
Pengertian Ilmu Sosial Dasar menurut beberapa ahli:
• LEWIS
Ilmu Sosial
Dasar adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara
dan pemerintahannya.
• KEITH JACOBS
Ilmu Sosial
Dasar adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas.
•
RUTH AYLETT
Ilmu Sosial
Dasar adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi.
1.1 PERBEDAAN ANTARA
ILMU SOSIAL DASAR & ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
• Ilmu sosial dasar dijadikan mata kuliah yang diberikan
di Perguruaan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial dijadikan mata
pelajaran yang diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
•Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan
kepribadian, sedangkan ilmu pengetahuan
sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
1.2 PERSAMAAN ANTARA
ILMU SOSIAL DASAR & ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
•Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan
program pendidikan/pengajaran.
• Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
•
Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial
dan masalah sosial.
1.3 PENGERTIAN ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL
Ilmu Pengetahuan Sosial
merupakan penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan
humaniora. Selain itu Ilmu Pengetahuan Sosial juga merupakan kegiatan dasar
manusia yang disajikan secara ilmiah yang bertujuan untuk pendidikan di sekolah
dasar, yang diarahkan kepada pembentukkan pengetahuan dan keterampilan.
Pengertian Ilmu Sosial
menurut beberapa ahli:
• Moeljono Cokrodikardjo
mengemukakan bahwa IPS adalah
perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan
integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya,
psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang
diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang
disederhanakan agar mudah dipelajari.
• Nu’man Soemantri
menyatakan bahwa IPS merupakan
pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD,
SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti:a) menurunkan tingkat kesukaran
ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang
sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan, b)
mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan
masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna.
• S. Nasution
mendefinisikan IPS sebagai
pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial.
Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan
peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,
ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
- MENGAPA MAHASISWA PERLU MEMPELAJARI ILMU
SOSIAL DASAR
Mahasiswa perlu mempelajari Ilmu Sosial Dasar (ISD) karena, agar mahasiswa itu paham dan sadar akannya masalah-masalah
sosial yang terjadi di sekitar masyarakat, dan juga masalah sosial yang sering terjadi di tengah-tengah
masyarakat seringkali bersifat kompleks dan rumit, kejadiannya seringkali tidak
dapat disangka-sangka dan banyak sekali hal-hal yang tersembunyi. Untuk itu,
mahasiswa diharapkan dapat berfikir secara kritis serta bijaksana dalam
menganalisis dan menyikapi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Selain
itu mahasiswa juga dituntut untuk memikirkan solusi dalam menghadapi
permasalahan sosial tersebut.
Selain itu, Ilmu Sosial
Dasar dapat membantu mahasiswa untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan
kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang terbuka (open
minded), Agar dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
- PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
Terdapat tiga kelompok
ilmu pengetahuan, sebagai solusi untuk menjawab berbagai permasalahan sosial,
maka munculah berbagai kelompok ilmu pengetahuan berdasarkan sumber filsafat
yang dianggap sebagai induk dari ilmu pengetahuan. Kelompok ilmu pengetahuan
tersebut merupakan :
·
Ilmu Pengetahuan Alam (Natural
Sciences) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah
benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun.
yang
meliputi: Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, dll
·
Ilmu Pengetahuan Sosial (Social
Sciences) adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan
dengan manusia dan lingkungan
sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena
menekankan penggunaan metode
ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif
dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan
cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi
manusia pada masa kini dan masa lalu.
yang meliputi: Sosiologi, Ekonomi, Politik
Astronomi, Sejarah, Psikologi, Geografi, dll
·
Ilmu Pengetahuan Budaya (Humaniora) adalah ilmu yang mempelajari cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistemagama dan politik,
adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. yang meliputi: bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian, dll
- PENGGOLONGAN BAHAN PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL DASAR
Terdapat
tiga golongan bahan pembelajaran dalam Ilmu Sosial Dasar, yaitu:
A. Konsep - konsep sosial dibatasi pada Konsep Dasar atau Elementer saja
yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah - masalah sosial yang dibahas
dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
B. Masalah - masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat
dalam berbagai kenyataan - kenyataan
sosial yang antara satu dengan yang lain saling berketerkaitan.
C. Kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat secara bersama - sama
merupakan masalah sosial tertentu.Kenyataan - kenyataan sosial tersebut sering
ditanggapi secara berbeda oleh para ahli Ilmu - Ilmu Sosial, oleh karena adanya
perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial
Dasar kita menggunakan pendekatan Interdisiplin/Multidisiplin.
- PENGERTIAN PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN
KEBUDAYAAN
5.1 Pengertian penduduk menurut para ahli :
· Jonny
Purba
Penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri
pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpunan
kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara
pada waktu tertentu
· Srijanti
& A. Rahman
Penduduk adalah orang yang mendiamisuatu tempat
dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang dianut
oleh orang tersebut
· Dr.
Kartomo
Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu
wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan
warga negara
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan
pengertian penduduk adalah, Orang-orang yang berkumpul/menetap dalam suatu wilayah/domisili
yang terikat dalam suatu aturan tertentu dan saling berinteraksi antara satu
sama lain secara terus menerus
5.2 Jumlah
data penduduk Indonesia tahun 2018
Berdasarkan
proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013 jumlah penduduk Indonesia
pada 2018 mencapai 265 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 133,17 juta jiwa
laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan.
Menurut
kelompok umur, penduduk yang masih tergolong anak-anak (0-14 tahun) mencapai
70,49 juta jiwa atau sekitar 26,6% dari total populasi. Untuk populasi yang
masuk kategori usia produktif (14-64 tahun) 179,13 juta jiwa (67,6%) dan penduduk usia
lanjut 65 ke atas sebanyak 85,89 juta jiwa (5,8%).

Dari proyeksi tersebut, jumlah kelahiran pada
tahun ini mencapai 4,81 juta jiwa sedangkan jumlah kematian 1,72 juta jiwa.
Adapun rasio angka ketergantungan (usia produktif terhadap usia nonproduktif)
sebesar 47,9%, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 48,1% dan juga turun
dari posisi 2010 yang mencapai 50,5%.
5.3 Macam-macam pertumbuhan
penduduk
1. Pertumbuhan
penduduk alami (natural population increase)
Ialah pertumbuhan yang dihitung dari selisih jumlah
kelahiran dengan kematian.
Dengan rumus :
Pt
= Po + (L – M)
%
= {(L – M)/Po} x 100%
Keterangan:
Pt = jumlah
penduduk di tahun akhir perhitungan
Po = jumlah
penduduk di tahun awal perhitungan
L = jumlah
kelahiran
M = jumlah
kematian
% =
persentase pertumbuhan penduduk
Contoh kasus:
Jumlah penduduk di Kota A pada tahun 2015 sebanyak
250.000 jiwa. Selama tahun 2015 hingga 2016 jumlah bayi lahir di kota tersebut
sebanyak 18.000 jiwa, sedangkan jumlah orang yang meninggal dunia sebanyak
7.500 jiwa. Berapa jumlah penduduk Kota A di akhir tahun 2016 dan berapa persen
pertumbuhan penduduknya?
Penyelesaian:
Pt = 250.000 + (18.000 – 7.500) = 250.000 + 10.500 =
260.500 jiwa
%
= (10.500/250.000) x 100% = 4,2%
Jadi,
pertumbuhan penduduk alami Kota A pada periode tahun 2015 – 2016 adalah 10.500
jiwa. Jumlah penduduk pada akhir tahun 2016 mencapai 260.500 jiwa. Sementara
angka pertumbuhan penduduknya sebesar 4,2%. Artinya laju pertumbuhan penduduk
Kota A tergolong cepat
5.4
Pertumbuhan penduduk total (total population growth)
Ialah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih
jumlah kelahiran dengan jumlah kematian ditambah dengan selisih jumlah migrasi
dengan jumlah emigrasi.
Dengan rumus:
Pt
= Po + (L – M) + (I – E)
%
= {(L – M) + (I – E)/Po} x 100%
Keterangan:
Pt = jumlah penduduk di tahun akhir perhitungan
Po = jumlah penduduk di tahun awal perhitungan
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigrasi (jumlah penduduk yang masuk ke
suatu wilayah)
E = jumlah emigrasi (jumlah penduduk yang keluar dari
suatu wilayah)
% = persentase pertumbuhan penduduk total
Contoh kasus:
Pada tahun 2015 jumlah penduduk Kota B sebanyak
300.000 jiwa. Jumlah kelahiran selama periode tahun 2015 – 2016 di kota
tersebut sebanyak 15.000 jiwa, sedangkan penduduk yang meninggal berjumlah
7.000 jiwa. Selama periode tahun tersebut Kota B kedatangan penduduk yang
menetap sebanyak 500 jiwa,sementara yang pindah ke kota lain sebanyak 250 jiwa.
Berapa jumlah penduduk Kota B pada tahun 2016 dan berapa angka pertumbuhan
penduduk totalnya?
Penyelesaian:
Pt = 300.000 + (15.000 – 7.000) + (500 – 250) =
300.000 + 8.000 + 250 = 308.250 jiwa
% = (8.250/300.000) x 100% = 2,75%
Jadi, pertumbuhan penduduk Kota B sebanyak 8.250 jiwa,
sehingga pertumbuhan penduduk total berjumlah 308.250 jiwa. Angka pertumbuhan
penduduk total sebesar 2,75%. Artinya, laju pertumbuhan penduduk di Kota B
selama periode tahun 2015 – 2016 tergolong cepat
5.5 Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup secara bersama-sama
di suatu wilayah dan membentuk sebuah sistem, baik semi terbuka maupun semi
tertutup, dimana interaksi yang terjadi di dalamnya adalah antara
individu-individu yang ada di kelompok tersebut.
Secara etimologis kata “masyarakat” berasal
dari bahasa Arab, yaitu “musyarak” yang artinya
hubungan (interaksi). Sehingga definisi masyarakat adalah suatu kelompok
manusia yang hidup bersama-sama di suatu tempat dan saling berinteraksi dalam
komunitas yang teratur.
Suatu masyarakat terbentuk karena setiap manusia menggunakan
perasaan, pikiran, dan hasratnya untuk bereaksi terhadap
lingkungannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk sosial
yang secara kodrati saling membutuhkan satu sama lainnya.
5.6 Pengertian masyarakat menurut para ahli,
1. Paul B.
Harton
Menurut Paul
B. Harton, pengertian masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relatif
mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu relatif cukup lama, mendiami suatu
wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar
kegiatan dalam kelompok manusia tersebut.
2. Ralp Linton
Menurut Ralp
Linton, pengertian masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup dan bekerja
sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri
mereka sebaga suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan secara
jelas.
3. John J.
Macionis
Menurut John
J. Macionis, definisi masyarakat adalah orang-orang yang berinteraksi dalam
suatu wilayah tertentu dan memiliki budaya bersama.
4. Soerjono
Soekanto
Menurut
Soerjono Soekanto, pengertian masyarakat adalah proses terjadinya interaksi
sosial, suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak
memenuhi dua syarat yaitu interaksi sosial dan komunikasi.
5. Selo
Sumardjan
Menurut Selo Sumardjan, pengertian masyarakat
adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan suatu kebudayaan.
5.7 Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal
manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Pengertian Kebudayaan secara umum
adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat
serta setiap kecakapan, dan kebiasaan.
Bisa juga diartikan sebagai segala
hal yang kompleks, yang di dalamnya berisikan kesenian, kepercayaan,
pengetahuan, hukum, moral, adat istiadat serta keahlian ataupun ciri khas
lainnya yang diperoleh individu sebagai anggota dalam suatu masyarakat.
5.8 Pengertian Kebudyaan menurut beberapa ahli
Selain
pengertian kebudayaan secara umum seperti yang diulas diatas, para ahli dan
pakar menjelaskan tentang apa itu kebudayaan secara berbeda beda. Untuk lebih
jelasnya, simak berikut ini kumpulan pengertian kebudayaan menurut para ahli,
baik ahli dari dalam negeri maupun luar negeri,
Menurut Koentjaraningrat
Pengertian
kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus
didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Menurut
Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan
menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan
manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan
masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi
berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan
damai.
Menurut
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi
Merumuskan
kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya
masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan
jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam
sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan
masyarakat.
Menurut
Dr. Mohammad Hatta
Pengertian
Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
Menurut
KBBI
1)
Hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan,
kesenian, dan adat istiadat; 2) Antar keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk
sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang
menjadi pedoman tingkah lakunya.
Menurut
Effat al-Syarqawi
Definisi
kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin
dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan
nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna
rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu
Menurut
Parsudi Suparlan
Kebudayaan
didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial
yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan
pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya.
Menurut
Haji Agus Salim
Kebudayaan
adalah merupakan persatuan istilah budi dan daya menjadi makna sejiwa dan tidak
dapat dipisah-pisahkan.
Menurut
Sutan Takdir Alisyahbana
Pengertian
kebudayaan menurut Sutan Takdir Alisyahbana adalah manifestasi dari cara
berfikir.
Menurut
Drs. Sidi Gazalba
Mendefinisikan
kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa
cipta, karsa dan rasa.
Menurut
Mangunsarkoro
Kebudayaan
adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang
seluas-luasnya.
Menurut
Djojodigono
Kebudayaan
menurut Djojodigono adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Menurut
R. Seokmono
Pengertian
kebudayaan adalah segala hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya
berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Menurut
M.Selamet Riyadi
Budaya
adalah suatu bentuk rasa cinta dari nenek moyang kita yang di wariskan kepada
seluruh keturunannya
Menurut
Edward said
Kebudayaan
adalah satu cara perjuangan melawan pemusnahan dan pelenyapan. Kebudayaan
adalah suatu bentuk ingatan melawan penghapusan.
Menurut
Abdul Syani
Mengemukakan
tiga hal yang terkandung dalam kebudayaan yakni : kebudayaan hanya dimiliki
oleh masyarakat manusia, kebudayaan itu diturunkan melalui proses belajar dari
tiap individu, kebudayaan merupakan pernyataan perasaan dan pikiran manusia”.
Menurut
Sukidin, Basrowi & Agus Wijaka
Mendefenisikan
kebudayaan sebagai “keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar.
Menurut
Fuad Hassan
Kebudayaan
adalah suatu kerangka acuan bagi perikehidupan suatu masyarakat yang sekaligus
untuk mengukuhkan jati diri sebagai kebersamaan yang berciri khas.
6.1
Pengertian Natalitas
Natalitas (angka kelahiran) Dalam pengertian demografi,
natalitas (fertilitas) adalah kemampuan wanita untuk melahirkan, yang
mencerminkan jumlah bayi yang dilahirkan.
6.2
Pengertian Mortalitas
Mortalitas adalah angka yang menunjukan
banyaknya penduduk yang meninggal per tahun di daerah tertentu. Kematian
bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka
kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Jika dalam
suatu masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian
bayinya akan menjadi tinggi.
6.3 Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)
Angka kematian kasar merupakan angka yang
menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk dalam kurun waktu 1 tahun.
Angka kematian kasar atau CDR dapat dirumuskan dengan :
Keterangan :
CDR = Angka Kematian Kasar
M = Jumlah Kematian selama 1 Tahun
P
= Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun
1.000 = Konstanta
Kriteria
Angka Kematian dasar (CDR) dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni:
-
CDR kurang dari 10, termasuk kriteria rendah
-
CDR antara 10 – 20, termasuk kriteria sedang
CDR lebih dari 20, termasuk kriteria tinggi
- KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
7.1 Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budh- budhi- budhaya dalam bahasa sansekerta
yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau
akal manusia.
Ada yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan
daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan
daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani, sehingga kebudayaan
diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia
7.2 Definisi Kebudayaan Menurut para Ahli
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli :
a.
Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota
masyarakat.
b. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social,
Ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan
sosial.
c. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia
dengan relajar.
d. Dr.
K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah
bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun
kelompok.
e. William
H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama
oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan
melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua
masyarakat.
f. Ki
Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia
terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan
hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup
dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya
bersifat tertib dan damai.
7.2 Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang
terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri
terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dalam. perilaku dan kebiasaan
ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang.
Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama
individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah
pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap
kepribadiannya.
Berdasarkan Pengertian diatas maka perilaku individu dalam menyesuaikan
diri dengan lingkungan akan berbeda-beda. Semua perilaku tersebut bersifat khas
artinya hanya dimiliki oleh individu itu meskipun orang lain memiliki perilaku
yang sama mungkin pemaknaannya berbeda , misalnya ada yang makan karena belum
sarapan , ada yang makan karena ikut teman atauada yang makan karena mengisi
waktu saja .
Kepribadian adalah ciri , karakteristik , gaya atau sifat-sifat yang memang
khas dikaitkan dengan diri kita sendiri . Bahwa kepribadian itu bersumber dari
bentukan yang kita terima dilingkungan jadi yang disebut kepribadian itu adalah
campuran dari yang bersifat psikologis , kejiwaan dan juga fisik.
7.3 Definisi kepribadian menurut beberapa ahli
antara lain sebagai berikut
a. Yinger
Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan
system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
b. M.A.W Bouwer
Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak
kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
c. Cuber
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan
dapat dilihat oleh seseorang.
d. Theodore R. Newcombe
Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai
latar belakang terhadap perilaku.
- KEBUDAYAAN TIMUR DAN KEBUDAYAAN BARAT
8.1 Kebudayaan Timur (Eastern Culture)
Kebudayaan Timur adalah lawan dari kebudayaan barat, dimana orang Timur
mempunyai manner yang khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur
sangat terkenal dengan hospitality atau keramahtamahannya terhadap orang lain
bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam,
tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa Timur juga
sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh di lingkungan
masyarakat mereka. Salah satu contohnya adalah berkaitan dengan nilai
kesopanan.
Pembinaan kebudayaan ini kesadarannya dengan cara melakukan berbagai
macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat dicontohkan dengan cara
menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan
minuman apa saja yang boleh di minum, karena hal tersebut dapat berpengaruh
pada pertumbuhan maupun terhadap fisik. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu
dapat berupa kegiatan yang umumnya dilakukan sendiri, seperti bermeditasi,
bertapa, berdo’a, beribadah, dan lain sebagainya.
8.2 Kebudayaan Barat (Western Culture)
Kebudayaan Barat adalah himpunan sastra , sains, politik, serta
prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain.
Rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut pada umumnya telah dikumpulkan dalam
konon barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan Negara-negara di benua
Amerika dan Australia, orang Eropa
dianggap sebagai penyumbang unsur asli Kebudayaan Barat.
Pembinaan kebudayaan ini kesadarannya dengan cara memahami ilmu
pengetahuan dan filsafat. Merea melakukan berbagai macam cara diskusi dan debat
untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnya murni /asli
dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang
dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar
dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah
dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang
mengikuti ajarannya.
8.3 Contoh Perbedaan Budaya Barat dan Timur
Seperti sudah diketahui, barat dan timur memiliki banyak sekali sisi
perbedaan dari sisi budaya, dan berikut ini adalah beberapa contoh perbedaan
kebudayaan barat dan timur:
Budaya Barat
-Lebih selektif dalam banyak hal
-Sangat mengedepankan etika
-Disiplin
tinggi -Respek terhadap yang lebih tua
-To the
point -Memegang teguh nilai adat-istiadat
-Lebih bersikap terbuka
-Budaya Timur
-Memiliki solidaritas tinggi
-Menghargai
orang lain
8.4 Perbedaan Budaya Indonesia dengan Barat
Gambaran tentang perbedaan budaya antara orang Indonesia dengan orang
barat diantaranya adalah sebagaimana diulas dibawah ini.
▪ Opini
Orang Indonesia cenderung berbelit-belit dalam menyampaikan argumentasi
mereka dimana sebenarnya maksudnya tidaklah serumit argumen yang
disampaikannya.
Orang barat lebih to-the-point dalam penyampaian argumen.
▪ Waktu
Indonesia dikenal dengan jam karet atau kurang menghargai waktu,
Sedangkan orang barat sangat menjaga kedisiplinan (on time)
▪ Gaya Hidup
Pada umumnya orang Indonesia akan lebih nyaman apabila tetap dekat dengan
kerabat terutama keluarga.
Kondisinya sangat berbeda dengan orang barat seperti orang Amerika, yang
mana mereka cenderung individualis.
▪ Relasi
Sangat bersosial dan menjalin hubungan lebih komplek, hingga social media
pun dijadikan sebagai platform untuk bersosialisasi.
Sementara orang Barat lebih individualis, sangat jarang menjalin hubungan
dengan orang lain, kecuali dengan adanya maksud-maksud atau kepentingan
tertentu.
▪ Acara / Perayaan
Jika ada suatu acara, banyak orang Indonesia lebih suka mengundang
seluruh kerabat serta teman dan orang-orang yang dikenalnya. Semisal dalam
acara pernikahan, membuat undangan dengan jumlah cukup banyak.
Untuk orang-orang barat, apabila mereka melangsungkan suatu acara, hanya
kerabat, keluarga serta beberapa teman dekat saja yang diundang.
▪ Respon terhadap sesuatu yang baru
Di Indonesia, apabila ada barang baru, contohnya gadget, dikarenakan
orang Indonesia cenderung konsumtif maka mereka akan membeli barang tersebut
untuk memenuhi rasa ingin tahu.
Berbeda dengan orang barat, ketika ada sesuatu yang baru, tidak serta
merta ingin tahu dan ingin memiliki atau
memilikinya, hanya sekedar ingin tahu saja.
▪ Trendi
Jika orang barat lebih senang dengan sesuatu yang berbau traditional dan
alami.
Kebalikannya, orang Indonesia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke
barat-baratan, contoh : orang Indonesia lebih merasa gengsi kalau makan di
tempat fast food, padahal di negara asalnya makanan tersebut bisa dibilang
makanan biasa saja.
▪ Transportasi
Dulunya di sebagian negara barat seperti di Amerika dominan menggunakan
mobil. Sekarang, lebih dominan menggunakan sepeda, karena faktor pentingnya
kesehatan.
Berbeda dengan orang timur, kalau dulu dominan menggunakan sepeda.
Sekarang, sudah harus pakai mobil, kalau mampu menggunakan jasa supir pribadi.
▪ Saat di tempat makan
Ketika sedang berada di tempat makan. Orang barat cenderung bersikap
tertib jika sedang makan.
Sementara orang Indonesia, tidak jarang kita temui mereka makan dengan
mengobrol hingga suasananya menjadi gemuruh serta membuang-buang waktu.
- CONTOH KEBUDAYAAN TIMUR DAN BARAT YANG SAYA
KETAHUI
·
Letak perbedaan antara
budaya barat dan timur bisa pertama kali dilihat dari etika moral, adat
istiadat dan cara penyelesaian masalah. Budaya barat mengenal etika moral yang
lebih bebas. Adat istiadat tidak terlalu kuat, pengaruhnya sangat lemah bila
dibandingkan hukum Negara.
·
Budaya timur mempunyai
etika moral dan adat istiadat yang lebih ketat, namun dalam penyelesaian
masalah sedikit lebih rumit. Beragam adat istiadat masih dijunjung tinggi oleh
masyarakat bahkan bersanding dengan hukum negara. Orang penganut budaya
ketimuran sedikit terbelit-belit dalam menyelesaikan masalah dan tertutup.
- DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar