Senin, 14 Oktober 2019

STUDI KASUS BESERTA SOLUSI


PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN PELAJAR

(Studi Kasus di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bomabana)
Oleh: Siti Suhaida, H. Jamaluddin Hos, Ambo Upe Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui penyebabkan munculnya perilaku pergaulan bebas di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana; 2) Mengetahui dampak pergaulan bebas bagi pelajar di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana. Penelitian ini dilakukan di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana; Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kualititatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancaraa, observasi, dan dokumentasi.Untuk teknik penentuan informan menggunakan teknik Snowballin Sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis model interaktif menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pergaulan bebasdi kalangan pelajar di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombanadisebabkan oleh pergeseran budaya, kurangnya perhatian orang tua, teman dekat, dan media dari berbagai faktor tersebut berdampak pada menurunyaprestasi pelajar, putus sekolah danhamil di luar nikah.

Kata Kunci: Modernisasi, Pergualan Bebas, Pelajar.

PENDAHULUAN

Penelitian tentang pergaulan bebas telah banyak diteliti baik di tingkat nasional maupun internasional.Pergaulan bebas identik dengan pergaulan remaja yang menyimpang dan yang biasanya mengarah terhadap perbuatan seks.Di zaman yang semakin berkembang semakin beragam pula tingkah laku serta masalah sosial yang terjadi di masyarakat terutama masalah remaja.Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak memberi pengaruh buruk bagi remaja sehingga menyebabkan  terjadinya kenakalan remaja.Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-maslah (Hurlock, dalam Roy, 2011).
Remaja yang disebabkan orang tuanya yang terlalu kejam, tidak dapat menyesuaikan didikan dengan keperluan anak untuk berautonomi, ataupun sebaliknya menyebabkan orang tua tersebut tidak peduli untuk memantau perkembangan sosial anak tersebut (Dishion, Patterson, Stoolmiller, Skinner (1991) Fuligni dan Eccles (1993). Pelajar seperti ini berpotensi untuk mencari teman sebaya yang mempunyai masalah yang kemudian menjadi faktor penarik untuk terlibat dalam gejala sosial. Kekecewaan terhadap keluarga ataupun lingkungan sekitarnya terus berpengaruh kepada perilaku remaja yang menyimpang untuk mengespresikan perasaanya (Nor Ba’yah, 2004) rasa untuk disayangi menyebabkan individu resah takut ditinggalkan dan sanggup melakukan apa saja untuk mendapatkan kasih sayang


(Bartholomew dan Horowitz, 1991). Pelajar yang merasakan diri mereka dilamun cinta mereka tidak dapat mengendalikan persahabatan yang sehat sebaliknya terlalu obsesif, ataupun terlalu mengikut perintah teman sebaya ataupun orang tersayang sehinggakan terjalinnya pergaulan bebas (Rubiah, 2001). Kegagalan menangani hubungan menjadikan remaja dan individu awal dewasa terjebak dalam gejala sosial seperti perzinaan, kehamilan luar nikah, kelahiran anak luar nikah, pengguguran bayi, dan sebagainya.Selain dari pada itu, cinta yang tidak terurus mengakibatkan kebanyakan pelajar mengalami kegagalan dalam pelajaran.
Pakar seks juga spesialis Obstentri dan Ginekologi Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitas 5% pada tahun 1980-an, menjadi 20% pada tahun 2000 kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu, Banjarmasin, bahkan di Palu Sulawesi Tengah, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks bebas mencapai 29,9% sementara penelitian yang dilakukan oleh Boyke sendiri tahun (1999) lalu terhadap pasien yang datang di klinik pasutri, tercatat sekitar 18% remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah, kelompok remaja yang masuk pada penelitian tersebut rata-rata berusia 17-
21 tahun, umumnya masih bersekolah di tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) atau mahasiswa. Namun beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) (Gunawan, 2011).
Pada sebuah penelian nasional (survei nasional mengenai tingkah laku beresiko pada remaja/national youth risk behavior survey), 54% remaja yang duduk di kelas 3 SMP sampai 3 SMU mengatakan bahwa mereka telah melakukan hubungan seksual. Penelitian lain menunjukan bahwa remaja laki-laki lebih cenderung mengatakan telah melakukan hubungan seks dan aktif secara seksual dari pada remaja perempuan. (Hayes dalam Santrock, 2003).
Permasalahan pergaulan bebas ini sudah merajalela baik di kalangan pelajar dengan alasan mulai dibilang gaul dan demi mencari kesenangan semata, misalnya yang terjadi di Desa Masaloka dimana dulu sangat menjunjung tinggi rasa malu dan menjaga perilaku agar tidak menjadi bahan gunjingan, namun kini hal yang dianggap tabu ini seolah menjadi hal yang biasa untuk dipertontonkan, misalnya fenomena berpacaran dikalangan pelajar bukan hal yang asing lagi untuk dibicarakan karena kita bisa melihat fenomena berpacaran dimana saja, berpelukan, berpegangan, berdua-duaan, merokok, minuman keras bisa kita temui di Desa Masaloka karena miras dianggap sebagai penyambung tali silaturahim diantara kaum laki-laki di Desa Masaloka. Dahulu orang yang berdua-duaan dianggap sebagai orang yang tidak memiliki rasa malu, apa lagi sampai berpelukan dan berciuman, sangat ditentang oleh masyarakat dan langsung terkena hukum adat dengan cara dinikahkan atau membayar uang adat, yaitu dengan cara kawin cerai dimana pihak laki-laki wajib untuk membayar uang adat kepada pihak perempuan sesuai dengan jumlah uang yang diminta oleh pihak perempuan. Tetapi kawin cerai itu berlaku apa bila di


sepakati oleh kedua belah pihak untuk tidak dilanjutkan dijenjang keseriusan, Namun seiring perkembangnya zaman kini kebudayaan mulai bergeser secara perlahan-lahan dan norma-norma yang berlaku kini seolah memudar sehingga kasus pacaran di Desa Masaloka dianggap biasa, dan kasus pelajar yang hamil di luar nikah sudah marak terjadi yang menyebabkan beberapa faktor yaitu dimana mereka harus putus sekolah, pernikahan dini yang meningkat, perceraian, yang terjadi di Desa Masaloka.
Berdasarkan pernyataan di atas memberikan asumsi bahwa pergaulan bebas yang terjadi di Desa Masaloka perlu penanganan yang serius karena hal ini merupakan hal yang sangat penting demi masa depan pelajar yag lebih baik perilaku menyimpang yang terjadi hanya akan membawa banyak dampak buruk jika tidak di tangani karena akan semakin banyak masalah yang timbul dari adanya pergaulan bebas di kalangan pelajar. Mengingat pelajar adalah merupakan agen pembaharu maka pelajar perlu sosialisasi filter yang baik agar tidak terjadinya penyimpangan. Melihat fenomena yang telah dipaparkan di atas maka ada dua hal yang menjadi permasalahan sebagai berikut: Apa yang meyebabkan munculnya pergaulan bebas di kalangan pelajar di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupten Bombana?. Bagaiamana Dampak pergaualan bebas di kalangan perlajar di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masalaoka Raya Kabupaten Bombana?.

METODE PENELITIAN

Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana, dengan pertimbangan wilayah tersebut terdapat interaksi sosial di kalangan pelajar yang memiliki indikasi pada perilaku pergaualan bebas dan penelitian ini dilakukan kurang lebih dua minggu sampai data yang diperlukan sudah akurat.Dalam menentukan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Snowballing Sampling, yaitu penentuan informan yang dilakukan secara bertahap. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu Pelajar SMP dan SMA yang ada Desa Masaloka.Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yang dimana data kualitatif telah disajikan dalam bentuk narasi memberikan gambaran untuk mendeskripsikan mengenai perilaku pergaulan bebas pelajar di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana. Adapun jenis sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.
Pada pengumpulan data primer, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data antara lain observasi dan wawancara. Observasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang fokus penelitian. Fokus pengamatan berupa peristiwa, perilaku dan ekpresi-ekpresi orang- orang dalam keadaan (setting) dimana mereka berada. Pada metode ini dipelukan kepekaan seorang peneliti terhadap situasi atau setting dimana pengamatan dilakukan. Sedangkan wawancara merupakan teknik pengumpulan data/informasi melalui tanya jawab secara langsung kepada informan. Analisis data kualitatif terdiri


dari alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah analisis data model interaktif, dengan teknik ini setelah data terkumpul dilakukan analisa yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, model data dan penarikan/verifikasi kesimpulan sebagaimana dimaksudkan oleh Miles dan Huberman (dalam Upe dan Damsid, 2010).

PEMBAHASAN

Faktor terjadinya pergaualan bebas
1.       Pergeseran Budaya
Desa Masaloka merupakan daerah pesisir yang kental akan kebuadayaan lokal namun zaman telah berbeda dan kebudayaan lokal mulai bergeser tidak ada batasan dalam bergaul remaja memiliki pola tersendiri dalam bergaul, hal ini menyebabkan terjadinya pergaulan bebas di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana dimana di Desa Masaloka semakin berkembangnya zaman nilai-nilai dan norma sosial secara perlahan semakin memudar dimana para pelajar disana semakin bebas dalam bergaul dan karena aturan yang sudah dipercayai secara turun-temurun oleh nenek moyang sampai masyarakat setempat dianggap kolot dan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang yang serba modern karena mereka beranggapan kalau kita akan semakin tertinggal jika tidak mengikuti perkembangan zaman. Deskripsi ini dimulai dari profil dan ilustrasi yang dialami dalam proses penelitian dan merupakan informasi langsung dari informan yang bersangkutan.

2.      Kurangnya Perhatian Orang Tua

Dalam penelitian ini menjelaskan tentang pergaulan bebas dimana ayah  dan ibu adalah teladan pertama bagi pembentukan pribadi seseorang. Keyakinan- keyakinan, pemikiran dan perilaku ayah dan ibu dengan sendirinya memiliki pengaruh yang sangat dalam terhadap pemikiran dan perilaku anak.Karena kepribadian manusia muncul berupa lukisan-lukisan pada berbagai ragam situasi dan kondisi dalam lingkungan keluarga.Pada pelajar yang ada di Desa Masaloka, para pelaku pergaulan bebas merupakan anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya karena sebagian besar mereka tinggal bersama nenek mereka karena di Desa Masaloka sebagian besar matapencaharianya adalah berdagang sehingga banyak dari masyarakat Masaloka pergi beradu nasib di rantau orang karena pendapatan yang mereka dapatkan cukup menjanjikan. Namun diakibatkan dari hal tersebut menyebabkan banyak anak yang berperilaku menyimpang, karena salah satu faktor penyebab pergaulan bebas di kalangan pelajar adalah orang tua.

3.      Teman Dekat

Pelajar di Desa Masaloka lebih banyak berada diluar rumah dengan teman sebaya menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman sekolahnyahal tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku. Teman dekat lebih besar pengaruhnya dari pada keluarga misalnya, di


Desa Masaloka jika temanya mengenakan model pakaian yang sama dengan pakaian anggota kelompok yang populer, maka kesempatan baginya untuk dapat diterima oleh kelompok menjadi lebih besar demikian pula bila anggota kelompok mencoba minum alkohol, dan merokok, maka pelajar cenderung mengikuti tanpa memperdulikan akibatnya.

4.      Media

Realitas di Desa Masaloka media sudah menjadi kebutuhan anak muda zaman sekarang, sehingga dari media yang tersedia dengan berbagai aplikasi memudahkan mereka untuk mengakses menonton atau melihat hal-hal yang belum pantas untuk ditonton oleh anak-anak, seperti yang telah dilihat media tidak digunakan secara arif oleh pelajar karena banyak situs yang berbau pornografi dapat dengan mudah diaskses hal ini akan berakibat buruk. apalagi jika tidak ada kontrol yang baik terhadap informasi yang sesuai bagi remaja. Dapat kita ketahui peran sosial media untuk saat ini sudah mulai keluar dari jalannya.Dalam arti banyak diantaranya menyalahgunakan sosial media dalam melakukan suatu hal keburukan sehingga hal tersebut menjadi kerugian dari sosial media tersebut.

Dampak Perilaku Pergaulan Bebas

1.       Menurunya Prestasi Sekolah
Desa Masaloka banyak pelajar yang mengalami masalah dalam belajar diakibatkan karena kasus kasmaran membuat mereka kurang fokus dalam belajar dan tidak enak dalam melakukan apapun jika sedang patah hati atau sedang kasmaran karena waktu untuk belajar menjadi berkurang, karena mereka lebih banyak berfokus kepada kekasihnyakarena pada usia 15 tahun keatas pelajar sudah mula meraba-raba banyak hal keingintahuannya akan memuncak dan tidak sedikit pelajar terjerumus dalam pergaulan yang salah akibat dari pengaruh kurangnya pengawasan orang tua menyebabkan para pelajar lebih banyak mencari kesenangan diluar rumah, ngumpul, jalan dan sebagainya dengan teman-teman yang membuat banyak anak disana mengalami penurunan prestasi belajar, karena lingkunga pergaulan yang kurang baik sehingga menurunkan motivasi belajar siswa.

2.      Putus Sekolah

Akibat pergaulan yang di luar batas di Desa Masalokaselain seperti seks bebas, narkoba, minum-minuman keras. Pada saat sekarang ini pergaulan bebas telah merambah ketingkat SMA dan SMP semua ini terjadi karena pergaulan bebas.Dampak negatif dari pergaulan bebas yang terjadi di Desa Masaloka adalah terjadinya putus sekolah.Karena mereka lebih memilih mengutamakan ego ketimbang akal sehat dan realita yang ada, akibatnya adalah meningkatnya kemiskinan karena kurangnya pendidikan dan semakin bodohnya masyarakat menjadi sesuatu yang sering terjadi. Akibat dari pergaulan bebas cenderung membuat sikap mental anak menjadi kurang sehat, efeknya dari sikap mental inilah yang akan membuat banyak anak remaja merasa bangga atas pergaulan mereka, padahal pergaulan dilakukanya tidak sepantasnya.


3.      Hamil di Luar Nikah

Hal ini juga terjadi di Desa Masaloka dimana fenomena hamil diluar nikah selalu ada di Desa Masaloka sehingga ini sudah dianggap biasa karena disana banyak sekali terjadi hamil diluar pernikahan.Pergaulan bebas yang terjadi mengakibatkan hamil di luar nikah ini akibat dari gaya berpacaran yang semakin tidak terkontrol pergi di tempat-tempat tersembunyi untuk melampiaskan nafsu birahi mereka, kasus hamil diluar nikah seperti yang dialami informan kami dimana hamil di luar nikah ternyata bukan hanya kali ini terjadi tetapi sebelum-sebelunya sudah banyak terjadi sehingga masyarakat sudah tidak asing lagi dengan fenomena jika terjadi kasus hamil di luar nikah, namun ini menjadi keresahan masyarakat karena mereka merasa takut jikalau hal tersebut terjadi kepada putri mereka karena hal seperti itu bukanlah hal yang tidak mungkin untuk tidak terjadi.

PENUTUP

Kesimpulan
Dari hasil penelitian penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1.             Faktor-faktor penyebab pergaulan bebas di kalangan pelajar di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombanayaitu adalah:
a.             Pergeseran Budaya
Pergeseran budaya yang meneyebabkan pergaulan bebas yaitu dimana hukum adat sudah mulai bergeser dari yang mempunyai budaya malu yang sangat tinggi dan menjaga perilaku agar tidak menjadi gunjingan serta budaya lokal yang sangat kental, kini pelajar semakin bebas dalam bergaul dan berperilaku karena mereka mempunyai pola tersendiri dalam bergaul, sehingga aturan yang sudah dipercayai secara turun-temurun oleh nenek moyang sudah dianggap kolot dan tidak sesuai dengan zaman sekarang.
b.            Kurangnya Perhatian Orang Tua
Yaitu dimana anak diberi kebebasan dalam bergaual tanpa pengawasan dan perhatian orangtua dalam menjaga dan mengontrol pergaulan anak.
c.             Teman Dekat
Teman dekat yang menyebabkan pergaulan bebas adalah dimana pelajar ikut melakukan hal-hal seperti minum alkohol, merokok atau, melakukan hal- hal yang menyimpang lainya atas dasar ajakan teman maka pelajar cenderung mengikuti tanpa mempedulikan akibat yang ditibulkan.
d.            Media
Media yang menyebabkan pergaulan bebas karena adanya kemudahan pelajar dalam mengakses video atau sumber-sumber pornografi yang mengakibatkan kerusakan mental dan mempengaruhi otak pelajar untuk mencoba hal-hal yang dilihatnya.


2.             Adapun dampak dari pergaulan bebas di kalangan pelajar di Desa Masaloka yaitu:
a.             Menurunya Prestasi Sekolah
Disebabkan pergaulan bebas, kurangnya pengawasan orangtua dalam pendidikan anak pelajar akan bebas melakukan hal-hal yang akan menurunkan prestasi sekolahnya seperti dengan adanya kemudahan pelajar dalam mengakses video, game dan sumber-sumber lain yang dapat mempengaruhi segala macam aktivitas dalam belajar yang mengakibatkan menurunya prestasi sekolah.
b.            Putus Sekolah
Disebabkan pengaruh pergaulan bebas teman juga menjadi salah satu faktor sangat berpengaruh terhadap pelajar, kebebasan yang diberikan orangtua terhadap anak menyebabakan anak berperilaku semaunya dan akibatnya pelajar kurang mendapatkan motivasi belajar.
c.             Hamil di Luar Nikah
Disebabkan adanya pergaulan bebas pelajar melakukan hubungan badan tanpa ikatan pernikahan, hal ini juga disebabkan kurangnya kontrol dari orang tua dan bergesernya serta memudarnya budaya lokal yaitu budaya malu sehingga pelajar dengan bebas melakukan hal-hal yang tidak senonoh yang berakibat pada hamil di luar nikah.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang peneliti ajukan serta pengalaman peneliti selama penelitian ini dilaksanakan, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:
1.             Bagi Remaja
Sebagai harapan masa depan bangsa, seharusnya remaja mengetahui benar tanggung jawab dan kewajiban besar yang dibebankan di bahu mereka. Oleh karena itu, agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri maupun pihak lain, maka mahasiswa harus membentengi diri dengan cara memperdalam pengetahuan agama, yang bisa dilakukan dengan cara memperbanyak membaca buku keislaman, rajin mengikuti ceramah keagamaan, mengikuti kegiatan/organisasi keagamaan atau organisasi lain yang bermanfaat, bergaul dengan teman-teman yang baik. Dengan cara-cara tersebut dapat terhindar dari pengaruh buruk lingkungan yang akan menjerumuskan dalam perbuatan maksiat, yang merupakan pelanggaran terhadap agama maupun norma masyarakat.
2.             Bagi Lembaga Pendidikan
Untuk menekan adanya perilaku pergaulan bebas di kalangan remaja Desa Masalokamaka para pendidik harus turut memperhatikan pelajar. Misalnya dengan menerapkan peraturan berperilaku yang baik yang sesuai norma agama yang berlaku serta kesopanan dalam berpakaian harus diatur, selayaknya pakaiannyajangan terbuka/ketat, dan bagi pelanggarnya ada sanksinya pula. Karena salah satu faktor penyebab munculnya pergaulan bebas adalah rendahnya pendidikan nilai-nilai Islam.Selain itu dengan menghidupkan/mengaktifkan kegiatan-kegiatan keagamaan


di sekolah mestinya yang kontinyu/ rutin.
3.             Bagi Orang Tua
Sikap orang tua yang kurang memperhatikan anak bahkan untuk hal kecil/sepele seperti carabergaul dan berpakaian ternyata berpengaruh terhadap perilaku pergaulan bebas. Oleh karena itu, orang tua harus meluangkan waktu untuk memperhatikan anak, serta mengontrol kegiatan mereka. Orang tua juga harus menerapkan kedisiplinan beribadah/beragama dengan cara memberi teladan yang baik. Intinya, orang tua harus senantiasa mendampingi anak, terutama pada masa perkembangan dan masa transisi (peralihan) karena pada masa itulah, anak-anak mudah sekali terpengaruh lingkungan.
4.             Bagi Tokoh/Pemuka Agama
Mengingat bahwa agama merupakan fondasi bagi kita untuk berperilaku, maka para tokoh agama seharusnya secara kontinyu mengadakan kajian keagamaan di tempat masing-masing, mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT, seperti bakti social. Sehingga dengan bekal keagamaan yang kuat, maka kita harapkan perbuatan-perbuatan yang menyimpang pun dapat kita berantas atau setidaknya kita tekan seminim mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

Bartholomew, K., & Horowitz, L. M. 1991. Attachment styles among young adults: A test of a four-category model. Journal of Personality and Social Psychology 61: 226244.
Dishion, T. J., Patterson, G. R., Stoolmiller, M., & Skinner, M. L. 1991.Family, School, and Behavioral Antecedents To Early Adolescents Involvement With Anti-Social Peers. Developmental Psychology 27: 172-180.
Gunawan. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Malang: UMM Pres.
Nor Ba’yah Abdul Kadir. 2004. Memahami Masalah Sosial: Rangka Teoretikal Subjektif Mengikut Konteks. Kertas Kerja Seminar Kebangsaan Ke-3 Psikologi dan Masyarakat, Gejala Sosial Dalam Masyarakat. Pusat Latihan KWSP Bangi, 4-5 Oktober.
Roy. 2011. Pemahaman Tentang Seks Kaitanya dengan Sikap TerhadapHubungan Seks Pranikah. Skripsi. Fakultas Psikologi UMS.
Rubiah K. Hamzah. 2001. Teknik dan Strategi Membimbing Remaja: Menghadapi Cabaran.
Kuala Lumpur: PTS Publications and Distributors Sdn. Bhd.
Santrock. 2003. Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
Upe, Ambo dan Damsid. 2010. Asas-Asas Multiple Researches: dari Norman K. Denzin hingga John W. Creswell dan Penerapannya. Yogyakarta: Tiara Wacana.


sumber: https://media.neliti.com/media/publications/247103-pergaulan-bebas-di-kalangan-pelajar-stud-9f5076ad.pdf

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR,


    Nama                       : Ali Hasan Alaydroes
    NPM                       : 20319494
    Kelas                       : 1TB04
    Jurusan                    : Arsitektur
    Mata Kuliah            : Ilmu Sosial Dasar



Pendahuluan
Sebagai makhluk sosial, manusia selalu bergantung kepada orang lain. Bagaimana cara manusia tersebut bisa bergantung kepada orang lain adalah dengan interaksi antar sesama manusia, dengan cara saling berkomunikasi. Dalam interaksi antar sesama manusia, pasti terdapat masalah yang timbul jika manusia tersebut tidak saling berkomunikasi, selain itu manusia bisa saja memiliki masalah dengan manusia lain karena tidak hidup rukun dan tidak saling menghargai.
          Oleh karena manusia adalah makhluk yang sempurna karena memiliki akal, maka semua permasalahan yeng terjadi pasti ada solusinya. Bagaimana cara kita menyikapi solusi permasalahan tersebut dengan baik, tepat dan benar? Dalam masa perkuliahan ini Ilmu Sosial Dasar akan memberikan kita kajian teori pengetahuan dan konsep teori yang dapat kita gunakkan untuk memecahkan permasalahan yang kian marak terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuannya, agar kita dapat memahami, menerapkan ilmu juga dapat menumbuhkan rasa kesadaran terhadap lingkungan sosial, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi.
          Sebelum kita dapat mengetahui, menganalisis dan memberikan solusi pada persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, kita harus mengetahui pengertian Ilmu Sosial Dasar, dan apa perbedaannya dengan Ilmu Pengetahuan Sosial, seberapa penting kita sebagai mahasiswa harus mengetahui Ilmu Sosial Dasar, dll.







  1. PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR & ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Ilmu Sosial dasar adalah ilmu-ilmu sosial yang digunakkan dalam pendekatan sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam masyarakat. Dalam ilmu sosial dasar ini mahasiswa dapat mengkaji masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengen menggunakkan fakta, konsep dan teori yang berasal dari berbagai macam bidang pengetahuan seperti Ilmu Sejarah, Ilmu Ekonomi, Geografi Sosial, Ilmu Sosiologi, Antropologi dan Psikologi Sosial.
Pengertian Ilmu Sosial Dasar menurut beberapa ahli:

          • LEWIS
Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam             interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya.
• KEITH JACOBS
Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs   komunitas.
          • RUTH AYLETT
Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap   inheren dan terintegrasi.
           
1.1   PERBEDAAN ANTARA ILMU SOSIAL DASAR & ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
• Ilmu sosial dasar dijadikan mata kuliah yang diberikan di Perguruaan Tinggi, sedangkan                Ilmu Pengetahuan Sosial dijadikan mata pelajaran yang diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
•Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian,  sedangkan ilmu pengetahuan sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

1.2   PERSAMAAN ANTARA ILMU SOSIAL DASAR & ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program   pendidikan/pengajaran.
Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.


1.3   PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Selain itu Ilmu Pengetahuan Sosial juga merupakan kegiatan dasar manusia yang disajikan secara ilmiah yang bertujuan untuk pendidikan di sekolah dasar, yang diarahkan kepada pembentukkan pengetahuan dan keterampilan.
Pengertian Ilmu Sosial menurut beberapa ahli:
Moeljono Cokrodikardjo
mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
Nu’man Soemantri
menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti:a) menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna.
S. Nasution
mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
  






  1. MENGAPA MAHASISWA PERLU MEMPELAJARI ILMU SOSIAL DASAR
         
Mahasiswa perlu mempelajari Ilmu Sosial Dasar (ISD) karena, agar mahasiswa itu paham dan sadar akannya masalah-masalah sosial yang terjadi di sekitar masyarakat, dan juga masalah sosial yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat seringkali bersifat kompleks dan rumit, kejadiannya seringkali tidak dapat disangka-sangka dan banyak sekali hal-hal yang tersembunyi. Untuk itu, mahasiswa diharapkan dapat berfikir secara kritis serta bijaksana dalam menganalisis dan menyikapi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu mahasiswa juga dituntut untuk memikirkan solusi dalam menghadapi permasalahan sosial tersebut.
Selain itu, Ilmu Sosial Dasar dapat membantu mahasiswa untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang terbuka (open minded), Agar dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
Terdapat tiga kelompok ilmu pengetahuan, sebagai solusi untuk menjawab berbagai permasalahan sosial, maka munculah berbagai kelompok ilmu pengetahuan berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai induk dari ilmu pengetahuan. Kelompok ilmu pengetahuan tersebut merupakan :

·      Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Sciences) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun.
yang meliputi: Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, dll
·      Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Sciences) adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia pada masa kini dan masa lalu.
 yang meliputi: Sosiologi, Ekonomi, Politik Astronomi, Sejarah, Psikologi, Geografi, dll
·      Ilmu Pengetahuan Budaya (Humaniora) adalah ilmu yang mempelajari cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistemagama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaianbangunan, dan karya seni. yang meliputi: bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian, dll
  1. PENGGOLONGAN BAHAN PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL DASAR

Terdapat tiga golongan bahan pembelajaran dalam Ilmu Sosial Dasar, yaitu:

A.   Konsep - konsep sosial dibatasi pada Konsep Dasar atau Elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah - masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
B.   Masalah - masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai   kenyataan - kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lain saling berketerkaitan.
C.   Kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat secara bersama - sama merupakan masalah sosial tertentu.Kenyataan - kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli Ilmu - Ilmu Sosial, oleh karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan Interdisiplin/Multidisiplin.


  1. PENGERTIAN PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
       5.1 Pengertian penduduk menurut para ahli :

·      Jonny Purba
Penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu
·      Srijanti & A. Rahman
Penduduk adalah orang yang mendiamisuatu tempat dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang dianut oleh orang tersebut
·      Dr. Kartomo
Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan warga negara

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan pengertian penduduk adalah, Orang-orang yang berkumpul/menetap dalam suatu wilayah/domisili yang terikat dalam suatu aturan tertentu dan saling berinteraksi antara satu sama lain secara terus menerus


             5.2 Jumlah data penduduk Indonesia tahun 2018

Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013 jumlah penduduk Indonesia pada 2018 mencapai 265 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 133,17 juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan.

Menurut kelompok umur, penduduk yang masih tergolong anak-anak (0-14 tahun) mencapai 70,49 juta jiwa atau sekitar 26,6% dari total populasi. Untuk populasi yang masuk kategori usia produktif (14-64 tahun) 179,13 juta jiwa (67,6%) dan penduduk usia lanjut 65 ke atas sebanyak 85,89 juta jiwa (5,8%).











Dari proyeksi tersebut, jumlah kelahiran pada tahun ini mencapai 4,81 juta jiwa sedangkan jumlah kematian 1,72 juta jiwa. Adapun rasio angka ketergantungan (usia produktif terhadap usia nonproduktif) sebesar 47,9%, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 48,1% dan juga turun dari posisi 2010 yang mencapai 50,5%.





                        5.3 Macam-macam pertumbuhan penduduk
1.      Pertumbuhan penduduk alami (natural population increase)
Ialah pertumbuhan yang dihitung dari selisih jumlah kelahiran dengan kematian.

Dengan rumus :
Pt = Po + (L – M)
% = {(L – M)/Po} x 100%

Keterangan:
Pt = jumlah penduduk di tahun akhir perhitungan
Po = jumlah penduduk di tahun awal perhitungan
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
% = persentase pertumbuhan penduduk

Contoh kasus:
Jumlah penduduk di Kota A pada tahun 2015 sebanyak 250.000 jiwa. Selama tahun 2015 hingga 2016 jumlah bayi lahir di kota tersebut sebanyak 18.000 jiwa, sedangkan jumlah orang yang meninggal dunia sebanyak 7.500 jiwa. Berapa jumlah penduduk Kota A di akhir tahun 2016 dan berapa persen pertumbuhan penduduknya?

Penyelesaian:
Pt = 250.000 + (18.000 – 7.500) = 250.000 + 10.500 = 260.500 jiwa

% = (10.500/250.000) x 100% = 4,2%

Jadi, pertumbuhan penduduk alami Kota A pada periode tahun 2015 – 2016 adalah 10.500 jiwa. Jumlah penduduk pada akhir tahun 2016 mencapai 260.500 jiwa. Sementara angka pertumbuhan penduduknya sebesar 4,2%. Artinya laju pertumbuhan penduduk Kota A tergolong cepat













5.4  Pertumbuhan penduduk total (total population growth)

Ialah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih jumlah kelahiran dengan jumlah kematian ditambah dengan selisih jumlah migrasi dengan jumlah emigrasi.

Dengan rumus:
Pt = Po + (L – M) + (I – E)
% = {(L – M) + (I – E)/Po} x 100%
Keterangan:
Pt = jumlah penduduk di tahun akhir perhitungan
Po = jumlah penduduk di tahun awal perhitungan
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigrasi (jumlah penduduk yang masuk ke suatu wilayah)
E = jumlah emigrasi (jumlah penduduk yang keluar dari suatu wilayah)
% = persentase pertumbuhan penduduk total

Contoh kasus:
Pada tahun 2015 jumlah penduduk Kota B sebanyak 300.000 jiwa. Jumlah kelahiran selama periode tahun 2015 – 2016 di kota tersebut sebanyak 15.000 jiwa, sedangkan penduduk yang meninggal berjumlah 7.000 jiwa. Selama periode tahun tersebut Kota B kedatangan penduduk yang menetap sebanyak 500 jiwa,sementara yang pindah ke kota lain sebanyak 250 jiwa. Berapa jumlah penduduk Kota B pada tahun 2016 dan berapa angka pertumbuhan penduduk totalnya?
Penyelesaian:
Pt = 300.000 + (15.000 – 7.000) + (500 – 250) = 300.000 + 8.000 + 250 = 308.250 jiwa
% = (8.250/300.000) x 100% = 2,75%
Jadi, pertumbuhan penduduk Kota B sebanyak 8.250 jiwa, sehingga pertumbuhan penduduk total berjumlah 308.250 jiwa. Angka pertumbuhan penduduk total sebesar 2,75%. Artinya, laju pertumbuhan penduduk di Kota B selama periode tahun 2015 – 2016 tergolong cepat

       5.5 Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup secara bersama-sama di suatu wilayah dan membentuk sebuah sistem, baik semi terbuka maupun semi tertutup, dimana interaksi yang terjadi di dalamnya adalah antara individu-individu yang ada di kelompok tersebut.
Secara etimologis kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu “musyarak” yang artinya hubungan (interaksi). Sehingga definisi masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup bersama-sama di suatu tempat dan saling berinteraksi dalam komunitas yang teratur.
Suatu masyarakat terbentuk karena setiap manusia menggunakan perasaan, pikiran, dan hasratnya untuk bereaksi terhadap lingkungannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk sosial yang secara kodrati saling membutuhkan satu sama lainnya.
            5.6  Pengertian masyarakat menurut para ahli,
1. Paul B. Harton
Menurut Paul B. Harton, pengertian masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu relatif cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok manusia tersebut.
2. Ralp Linton
Menurut Ralp Linton, pengertian masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebaga suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan secara jelas.
3. John J. Macionis
Menurut John J. Macionis, definisi masyarakat adalah orang-orang yang berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki budaya bersama.
4. Soerjono Soekanto
Menurut Soerjono Soekanto, pengertian masyarakat adalah proses terjadinya interaksi sosial, suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu interaksi sosial dan komunikasi.
5. Selo Sumardjan
Menurut Selo Sumardjan, pengertian masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan suatu kebudayaan.
            5.7 Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat serta setiap kecakapan, dan kebiasaan.
Bisa juga diartikan sebagai segala hal yang kompleks, yang di dalamnya berisikan kesenian, kepercayaan, pengetahuan, hukum, moral, adat istiadat serta keahlian ataupun ciri khas lainnya yang diperoleh individu sebagai anggota dalam suatu masyarakat.

             5.8 Pengertian Kebudyaan menurut beberapa ahli

Selain pengertian kebudayaan secara umum seperti yang diulas diatas, para ahli dan pakar menjelaskan tentang apa itu kebudayaan secara berbeda beda. Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini kumpulan pengertian kebudayaan menurut para ahli, baik ahli dari dalam negeri maupun luar negeri,

Menurut Koentjaraningrat
Pengertian kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.


Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi
Merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat.


Menurut Dr. Mohammad Hatta
Pengertian Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.

Menurut KBBI
1) Hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; 2) Antar keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.

Menurut Effat al-Syarqawi
Definisi kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu

Menurut Parsudi Suparlan
Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya.

Menurut Haji Agus Salim
Kebudayaan adalah merupakan persatuan istilah budi dan daya menjadi makna sejiwa dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana
Pengertian kebudayaan menurut Sutan Takdir Alisyahbana adalah manifestasi dari cara berfikir.

Menurut Drs. Sidi Gazalba
Mendefinisikan kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.

Menurut Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya.

Menurut Djojodigono
Kebudayaan menurut Djojodigono adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.

Menurut R. Seokmono
Pengertian kebudayaan adalah segala hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.

Menurut M.Selamet Riyadi
Budaya adalah suatu bentuk rasa cinta dari nenek moyang kita yang di wariskan kepada seluruh keturunannya

Menurut Edward said
Kebudayaan adalah satu cara perjuangan melawan pemusnahan dan pelenyapan. Kebudayaan adalah suatu bentuk ingatan melawan penghapusan.

Menurut Abdul Syani
Mengemukakan tiga hal yang terkandung dalam kebudayaan yakni : kebudayaan hanya dimiliki oleh masyarakat manusia, kebudayaan itu diturunkan melalui proses belajar dari tiap individu, kebudayaan merupakan pernyataan perasaan dan pikiran manusia”.

Menurut Sukidin, Basrowi & Agus Wijaka
Mendefenisikan kebudayaan sebagai “keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar.

Menurut Fuad Hassan
Kebudayaan adalah suatu kerangka acuan bagi perikehidupan suatu masyarakat yang sekaligus untuk mengukuhkan jati diri sebagai kebersamaan yang berciri khas.


  1. NATALITAS DAN MORTALITAS
6.1  Pengertian Natalitas
Natalitas (angka kelahiran) Dalam pengertian demografi, natalitas (fertilitas) adalah kemampuan wanita untuk melahirkan, yang mencerminkan jumlah bayi yang dilahirkan.

6.2  Pengertian Mortalitas
Mortalitas adalah angka yang menunjukan banyaknya penduduk yang meninggal per tahun di daerah tertentu. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Jika dalam suatu masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayinya akan menjadi tinggi.

6.3 Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)
Angka kematian kasar merupakan angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk dalam kurun waktu 1 tahun. Angka kematian kasar atau CDR dapat dirumuskan dengan :


Keterangan :
            CDR    = Angka Kematian Kasar
            M         = Jumlah Kematian selama 1 Tahun
            P           = Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun
1.000    = Konstanta
            Kriteria Angka Kematian dasar (CDR) dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni:
-          CDR kurang dari 10, termasuk kriteria rendah
-          CDR antara 10 – 20, termasuk kriteria sedang
CDR lebih dari 20, termasuk kriteria tinggi

  1. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

7.1 Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata budh- budhi- budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia.

Ada yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia

7.2 Definisi Kebudayaan Menurut para Ahli

Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli :

a.    Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

b. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, Ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.

c.  Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.

d.  Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.

e.  William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

f.   Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.


7.2 Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dalam. perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang.

Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.

Berdasarkan Pengertian diatas maka perilaku individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akan berbeda-beda. Semua perilaku tersebut bersifat khas artinya hanya dimiliki oleh individu itu meskipun orang lain memiliki perilaku yang sama mungkin pemaknaannya berbeda , misalnya ada yang makan karena belum sarapan , ada yang makan karena ikut teman atauada yang makan karena mengisi waktu saja .

Kepribadian adalah ciri , karakteristik , gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita sendiri . Bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan yang kita terima dilingkungan jadi yang disebut kepribadian itu adalah campuran dari yang bersifat psikologis , kejiwaan dan juga fisik.

7.3 Definisi kepribadian menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut
a.  Yinger
Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
b. M.A.W Bouwer
Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
c.   Cuber
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
d. Theodore R. Newcombe
Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.


  1. KEBUDAYAAN TIMUR DAN KEBUDAYAAN BARAT

8.1 Kebudayaan Timur (Eastern Culture)

Kebudayaan Timur adalah lawan dari kebudayaan barat, dimana orang Timur mempunyai manner yang khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur sangat terkenal dengan hospitality atau keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa Timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma-norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka. Salah satu contohnya adalah berkaitan dengan nilai kesopanan.

Pembinaan kebudayaan ini kesadarannya dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan minuman apa saja yang boleh di minum, karena hal tersebut dapat berpengaruh pada pertumbuhan maupun terhadap fisik. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu dapat berupa kegiatan yang umumnya dilakukan sendiri, seperti bermeditasi, bertapa, berdo’a, beribadah, dan lain sebagainya.

8.2 Kebudayaan Barat (Western Culture)

Kebudayaan Barat adalah himpunan sastra , sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut pada umumnya telah dikumpulkan dalam konon barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan Negara-negara di benua Amerika  dan Australia, orang Eropa dianggap sebagai penyumbang unsur asli Kebudayaan Barat.

Pembinaan kebudayaan ini kesadarannya dengan cara memahami ilmu pengetahuan dan filsafat. Merea melakukan berbagai macam cara diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnya murni /asli dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang mengikuti ajarannya.

8.3 Contoh Perbedaan Budaya Barat dan Timur

Seperti sudah diketahui, barat dan timur memiliki banyak sekali sisi perbedaan dari sisi budaya, dan berikut ini adalah beberapa contoh perbedaan kebudayaan barat dan timur:

Budaya Barat
-Lebih selektif dalam banyak hal     -Sangat mengedepankan etika
-Disiplin tinggi                             -Respek terhadap yang lebih tua
-To the point                                 -Memegang teguh nilai adat-istiadat
-Lebih bersikap terbuka
-Budaya Timur
-Memiliki solidaritas tinggi
-Menghargai orang lain

8.4 Perbedaan Budaya Indonesia dengan Barat

Gambaran tentang perbedaan budaya antara orang Indonesia dengan orang barat diantaranya adalah sebagaimana diulas dibawah ini.

▪ Opini
Orang Indonesia cenderung berbelit-belit dalam menyampaikan argumentasi mereka dimana sebenarnya maksudnya tidaklah serumit argumen yang disampaikannya.
Orang barat lebih to-the-point dalam penyampaian argumen.

▪ Waktu
Indonesia dikenal dengan jam karet atau kurang menghargai waktu,
Sedangkan orang barat sangat menjaga kedisiplinan (on time)

▪ Gaya Hidup
Pada umumnya orang Indonesia akan lebih nyaman apabila tetap dekat dengan kerabat terutama keluarga.
Kondisinya sangat berbeda dengan orang barat seperti orang Amerika, yang mana mereka cenderung individualis.

▪ Relasi
Sangat bersosial dan menjalin hubungan lebih komplek, hingga social media pun dijadikan sebagai platform untuk bersosialisasi.
Sementara orang Barat lebih individualis, sangat jarang menjalin hubungan dengan orang lain, kecuali dengan adanya maksud-maksud atau kepentingan tertentu.

▪ Acara / Perayaan
Jika ada suatu acara, banyak orang Indonesia lebih suka mengundang seluruh kerabat serta teman dan orang-orang yang dikenalnya. Semisal dalam acara pernikahan, membuat undangan dengan jumlah cukup banyak.
Untuk orang-orang barat, apabila mereka melangsungkan suatu acara, hanya kerabat, keluarga serta beberapa teman dekat saja yang diundang.

▪ Respon terhadap sesuatu yang baru
Di Indonesia, apabila ada barang baru, contohnya gadget, dikarenakan orang Indonesia cenderung konsumtif maka mereka akan membeli barang tersebut untuk memenuhi rasa ingin tahu.

Berbeda dengan orang barat, ketika ada sesuatu yang baru, tidak serta merta ingin tahu dan  ingin memiliki atau memilikinya, hanya sekedar ingin tahu saja.

▪ Trendi
Jika orang barat lebih senang dengan sesuatu yang berbau traditional dan alami.
Kebalikannya, orang Indonesia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, contoh : orang Indonesia lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal di negara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.

▪ Transportasi
Dulunya di sebagian negara barat seperti di Amerika dominan menggunakan mobil. Sekarang, lebih dominan menggunakan sepeda, karena faktor pentingnya kesehatan.
Berbeda dengan orang timur, kalau dulu dominan menggunakan sepeda. Sekarang, sudah harus pakai mobil, kalau mampu menggunakan jasa supir pribadi.

▪ Saat di tempat makan
Ketika sedang berada di tempat makan. Orang barat cenderung bersikap tertib jika sedang makan.
Sementara orang Indonesia, tidak jarang kita temui mereka makan dengan mengobrol hingga suasananya menjadi gemuruh serta membuang-buang waktu.


  1. CONTOH KEBUDAYAAN TIMUR DAN BARAT YANG SAYA KETAHUI

·         Letak perbedaan antara budaya barat dan timur bisa pertama kali dilihat dari etika moral, adat istiadat dan cara penyelesaian masalah. Budaya barat mengenal etika moral yang lebih bebas. Adat istiadat tidak terlalu kuat, pengaruhnya sangat lemah bila dibandingkan hukum Negara.

·         Budaya timur mempunyai etika moral dan adat istiadat yang lebih ketat, namun dalam penyelesaian masalah sedikit lebih rumit. Beragam adat istiadat masih dijunjung tinggi oleh masyarakat bahkan bersanding dengan hukum negara. Orang penganut budaya ketimuran sedikit terbelit-belit dalam menyelesaikan masalah dan tertutup.





  1.  DAFTAR PUSTAKA













STUDI KASUS BESERTA SOLUSI 4.0

Potret Kehidupan Warga Miskin Jl. Karees Sapuran Rt 04/02 Kel. Samoja Kec. Batununggal Kab. Bandung Kemiskinan memang suatu hal yang s...