KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah, tuhan semesta alam yang mengatur segala urusan di bumi
sehingga saya dapat menyelsaikan tugas ini dengan tepat waktu.
Terima
kasih kepada ibu Ditiya Himawati, selaku dosen dari mata kuliah Ilmu Sosial
Dasar di Universitas Gunadarma
Tulisan
ini adalah ringkasan dan lanjutan dari
tugas sebelumnya, dan tugas ini dibuat bukan hanya untuk melengkapi tugas mata
kuliah Ilmu Sosial Dasar, tapi juga
diharapkan bisa sebagai pedoman untuk menambah pengetahuan tentang perubahan
sosial di kehidupan masyarakat, sehingga kita bisa beradaptasi dan menyaring
hal-hal yang positif dari kebudayaan baru yang akan berubah semakin cepat.
Semoga
tulisan ini bermanfaat bagi kita dalam usaha mewujudkan proses kemajuan dalam
kehidupan sosial dan berbudaya.
Aamiin…
Jakarta, 10 November 2019
Penulis
Berikut adalah daftar pokok bahasan dalam tugas ISD kali
ini
BAB 3
1.1.
Pertumbuhan Individu
1.
Menjelaskan pengertian individu
2.
Menjelaskan pengertian pertumbuhan
3.
Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan
1.2.
Fungsi Keluarga
1.
Menjelaskan pengertian fungsi keluarga
2.
Menyebutkan macam fungsi keluarga
1.3.
Individu, keluarga dan masyarakat
1.
Menjelaskan pengertian keluarga
2.
Menjelaskan pengertian masyarakat
3.
Menyebutkan 2 golongan masyarakat
4.
Mahasiswa dapat membedakan antara kelompok
masyarakat non industry dengan masyarakat industri
1.4.
Hubungan antara Individu keluarga dan masyarakat
1.
Menjelaskan makna Individu
2.
Menjelaskan makna keluarga
3.
Menjelaskan makna masyarakat
4.
Menjelaskan hubungan antara individu.
keluarga dan masyarakat
1.5.
Urbanisasi
1.
Menjelaskan pengertian urbanisasi
2.
Menjelaskan proses terjadinya urbanisasi
BAB
4
2.1.
Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
1.
Menjelaskan pemuda
2.
Menjelaskan pengertian sosialisasi
3.
Menjelaskan internalisasi belajar dan
sosialisasi
4.
Menjelaskan proses sosialisasi
5.
Menjelaskan peranan sosial mahasiswa dan
pemuda dimasyarakat
2.2.
Pemuda dan identitas
1.
Menjelaskan pola dasar pembinaan dan
pengembangan generasi muda
2.
Menjelaskan dua pengertian pokok pembinaan
dan pengembangan generasi
3.
Menuliskan masalah generasi muda
4.
Menyebutkan potensi generasi muda
5.
Menyebutkan tujuan pokok sosialisasi
2.3
Pendidikan dan Perguruan Tinggi
1.
Mengembangkan potensi generasi muda
2.
Menjelaskan pengertian pendidikan dan
perguruan tinggi
3.
Memberikan alasan berkesempatan mengenyam
pendidikan tinggi
BAB
5
3.1
Warga
Negara dan Negara
1.
Hukum, Negara, dan Pemerintahan
2.
Warga Negara dan Negara
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
3
1.1. Pertumbuhan Individu
1. Pengertian Individu
Individu
berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam
ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang
majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia
keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki
peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam
individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek
sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu
rusak maka akan merusak aspek lainnya. Apabila pola tingkah lakunya hampir
identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan
ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri, disebut
proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu
terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang
akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu
masayarakat. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga
kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan
individualitasnya. Kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi
masyarakat. (Hartomo,2004:64). Dengan demikian manusia merupakan mahluk
individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga, tetapi merupakan
pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan kecakapannya.
Dalam individu ada
istilah individualisasi. Proses individualisasi atau aktualisasi diri adalah
proses meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada
dirinya. Individu dibebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi
kebersamaan hidup, maka dari itu muncul struktur masyarakat yang akan
menentukan kemantapan masyarakat. Mencari titik optimum antara dua pola tingkah
laku (sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat) dalam situasi yang
senantiasa memberi konotasi "matang atau "dewasa dalam konteks social
Sebelum "baik atau "tidak baik" pengaruh individu terhadap
masyarakat adalah relative.
2. Pengertian Pertumbuhan
Menurut para ahli yang
menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah
proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian.
Bagian-bagian yang ada lebih dahulu. Sedang keseluruhan ada pada kemudian.
Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi.
Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya
perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari
pengalaman atau empiris luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations
maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menampilkan
reflexionis.
Menurut para ahli dan
aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses
diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan, sedang bagian-bagian hanya
mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan
bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keseluruhan yang lebih dahulu
ada. baru kemudian menyusul bagian bagiannya. Jadi dari pendapat aliran
psikologi Gestalt ini dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu adalah proses
perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula
mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari
lingkungan yang ada.Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu adalah prosessosialisasi
yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang Asosial atau juga sosial
kemudian tahap demi tahap disosialisasikan
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Diantara faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain:
- Faktor Biologis
Meskipun kita memiliki bentuk tubuh yang sama,
nama kita memilki karaktristik yang berbeda – beda. Semua manusia normal dan
sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan
lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian
dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap
individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
- Faktor Geografis
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan setiap individu. Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa
kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu
bisa berjalan dengan baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang
baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan
baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak
baik pula.
- Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi
kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam
masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang
sama juga.
1.2. Fungsi Keluarga
Keluarga adalah unit
satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil
dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu ,
sering dikenal primary group. Kelompok ini melahirkan individu dengan berbagai
macambentuk kepribadiannya dalam masyarakat. Banyak hal-hal mengenai
kepribadian yang dapat dirunut dari keluarga. Perkembangan intelektual akann
kesadaran lingkungan seorang individu seringkali dilepaskan dan bahkan
dipisahkan dengan masalah keluarga dan masalah masalah sosial.
Oleh
karena itu adalah kebijaksaan kalau dilihat dan dikembalikan peranan keluarga
dan proporsi yang sebenarnya dengan skla prioritas yang pas keluarga pada
umumnya. Diketahui terdiri dari seorang individu (suami) dan individu lainnya (istri) yang selalu berusaha menjaga
rasa aman dan ketentraman ketika menghadapi segala suka aduk ahidup dalam
eratnya dalam arti ikatan luhur hidup bersama.
Keluarga
terdiri dari suami, istri, dan anak-anaknya. Anak-anak inilah yang nantinya
berkembang dan mulai dikenal sebagai individu.individu ini paa tahap[
selanjutnya mulai dirasakan bahwa telah ada individu-individu lainnya yang
berhubungan secra fungsional individu-individu tersebut adalah keluarga yang
memelihara cara pandanf dan cara menghadapi masalahnya, membinanya dengan cara
menelusuri dan meramalkan hari esoknya mempersiapkan pendidikan, keterampilan
dna budi pekertinya. Akhirnya keluarga menjadi semacam model untuk
menidentifikasi sebagai keluarga yang broken home, moderate dan keluarga sukses.
1.
Pengertian
Fungsi Keluarga
Dalam
kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus
dilakukan Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut
fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang
harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
2.
Macam Macam Fungsi
Keluarga
Dalam sebuah keluarga fungsi yang
dilaksanakan adalah, antara lain:
- Fungsi
Pendidikan
Fungsi pendidikan dapat dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
- Fungsi
Sosialisasi Anak
Yaitu fungsi yang melihat bagaimana keluarga dalam mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. - Fungsi
Perlindungan
Yaitu fungsi yang melihat keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
- Fungsi
Perasaan
Adalah fungsi yang melihat keluarga secara intuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga akan saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
- Fungsi
Agama
Yaitu fungsi keluarga untuk memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lainnya yang diajarkan oleh kepala keluarga dalam menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan setelah dunia (diakherat)
- Funsi
Ekonomi
Yaitu fungsi yang melihat bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga terpenuhi kebutuhan keluarganya.
- Fungsi
Rekreatif
Adalah fungsi yang melihat keluarga menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti menonton acara TV bersama, bercerita dan lainnya.
- Fungsi
Biologi
Adalah fungsi bagaimana keluarga meneruskan keturunan generasi selanjutnya.
Memberikan kasih sayang, rasa aman, diantara
keluarga dan perhatian dalam membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
1.3. Individu, Keluarga, dan Masyarakat
1. Pengertian Keluarga
Pengertian keluarga berdasarkan asal-usul kata yang dikemukakan oleh Ki
Hajar Dewantara (Abu&Nur, 2001: 176), bahwa keluarga berasal dari bahasa
Jawa yang terbentuk dari dua kata yaitu kawula dan warga. Didalam bahasa Jawa
kuno kawula berarti hamba dan warga artinya anggota. Secara bebas dapat diartikan
bahwa keluarga adalah anggota hamba atau warga saya. Artinya setiap anggota
dari kawula merasakan sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai bagian dari
dirinya dan dirinya juga merupakan bagian dari warga yang lainnya secara
keseluruhan. Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih
memiliki hubungan darah dan bersatu. Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan
orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan
kekerabatan/hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain
sebagainya. Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anakanak yang belum
menikah disebut keluarga batih
2. Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup
secara bersama-sama di suatu wilayah dan membentuk sebuah sistem, baik semi
terbuka maupun semi tertutup, dimana interaksi yang terjadi di dalamnya adalah
antara individu-individu yang ada di kelompok tersebut.
Secara etimologis kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu “musyarak” yang
artinya hubungan (interaksi). Sehingga definisi masyarakat adalah suatu
kelompok manusia yang hidup bersama-sama di suatu tempat dan saling
berinteraksi dalam komunitas yang teratur.
Suatu masyarakat terbentuk karena setiap manusia menggunakan perasaan,
pikiran, dan hasratnya untuk bereaksi terhadap lingkungannya. Hal tersebut
menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk sosial yang secara kodrati saling
membutuhkan satu sama lainnya.
Pengertian Masyarakat Menurut Beberapa Ahli:
1. Paul B. Harton
Menurut Paul B. Harton, pengertian masyarakat adalah sekumpulan manusia
yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu relatif cukup lama,
mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan
sebagian besar kegiatan dalam kelompok manusia tersebut.
2. Ralp Linton
Menurut Ralp Linton, pengertian masyarakat adalah sekelompok manusia yang
hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka
dan menganggap diri mereka sebaga suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan secara jelas.
3. John J. Macionis
Menurut John J. Macionis, definisi masyarakat adalah orang-orang yang
berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki budaya bersama.
4. Soerjono Soekanto
Menurut Soerjono Soekanto, pengertian masyarakat adalah proses terjadinya
interaksi sosial, suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila
tidak memenuhi dua syarat yaitu interaksi sosial dan komunikasi
5. Selo Sumardjan
Menurut Selo Sumardjan, pengertian masyarakat adalah orang-orang yang
hidup bersama dan menghasilkan suatu kebudayaan.
Masyarakat Terbagi Menjadi Dua Golongan:
·
Masyarakat Sederhana.
Lingkungannya sederhana (primitive), pola pembagian kerja cenderung
dibedakan menurut jenis kelamin seperti isteri yang bekerja sebagai ibu rumah
tangga dan suami yang menafkahi keluarga, maka terjadi pembagian pola kerja
denga kesepakatan yang dapat diterima satu sama lain.
·
Masyarakat Maju.
Memiliki aneka ragam kelompok sosial atau lenih akrab dengan sebutan
kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan
kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Organisasi kemasyarakatan
itu dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas pada cakuoan nasiona,reginonal,
maupun internasional. Dalam lingkungan masyarakat maju dapat dibedakan sebagai
masyarakat non industri dan masyarakat industri.
1. Masyarakat Industri
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas
masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling
ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal
pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau
kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan
kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada
batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu, tukang bubur, tukang las,
ahli mesin, ahli listrik, tukang bakso, mereka dapat bekerja secara mandiri.
Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula, ide-ide
kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin
komplek pembagian kerja, semakin banyak tibul kepribadian individu.
Abad ke-15 sebagai pangkal tolakdari berkembang pesatnya industrialisasi,
terutama didaratan Eropa. Hal tersebut telah melahirkan bentuk pembagian kerja
antara majikan dan buruh. Laju pertumbuhan industri-industri membawa
konsekuensi memisahkan pekerja dengan majikan lebih nyata. Akibatnya terjadi
konflik-konflik yang tak dapat dihindari, kaum pekerja membentuk
serikat-serikat kerja/serikat buruh.
Perjuangan kaum buruh semakin meningkat, terutama di
perusahaan-perusahaan besar. Ketidakpuasan kaum buruh terhadap kondisi kerja
dan upah semakin meluas. Ketidakpuasan buruh menjadi bertambah, karena kaum
industrialis mengganti tenaga manusia oleh mesin-mesin.
2. Masyarakat non industri
Masyarakat non industri bisa di bedakan menjadi 2 golongan yaitu kelompok
primer dan kelompok sekunder
a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif,
lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to
face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka,
karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksidalam
kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta
menjalankan tugas idak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran,
tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara
sukarela.Contoh-contohnya adalah rukun tetangga,keluarga,kelompok
agama,kelompok belajar dan lain-lain.
b. Kelompok sekunder
Antaran anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung,
formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi,
pembagian kerja, antaranggota kelompok diatur atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasiomnal dan objektif. Kelompok sekunder dapat dibagi dua yaitu :
kelompok resmi (formal group) dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti
perbedaan yang terjadi adalah kelompok tidak resmi tidak berststus resmi dan
tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) seperti
lazim berlaku pada kelompok resmi.
1.4. Hubungan antara Individu, Keluarga, dan
Masyarakat
1.
Makna Individu
Individu adalah seorang manusia
yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan
juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
2.
Makna Keluarga
Keluarga
adalah unit pertama dan utama yang mampu memberikan dukungan dan rasa
ketenangan, dan keamanan yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Penting
bagi manusia untuk merasa didukung, dihargai, dihormati. Pada saat yang sama,
penting bagi manusia untuk mendapatkan ketenangan dan perasaan aman. Bukan
hanya pada anak-anak, namun juga bagi orang dewasa. Keluarga menyediakan semua
dukungan, ketenangan dan keamanan bagi penghuninya.
3.
Makna Masyarakat
sekelompok
orang dalam sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang sebagian besar
interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok
tersebut. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti
hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang
berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata social
4.
Hubungan (interaksional) antara Individu, Keluarga, dan
Masyarakat
Adanya
aspek organis-jasmaniah, psikis-rohaniah, dan sosial kebersamaan yang melekat
pada individu, mengakibatkan bahwa kodratnya ialah untuk hidup bersama manusia
lain. Pada hewan, kolektivitas bersifat naluriah, pada manusia, di samping
rohaniah juga karena nalar, menimbulkan kesadaran membagi peranan dalam hidup
berkelompok sehingga perjuangan hidup menjadi ringan. Menurut Durkheim
kebersamaannya dapat dinilai sebagai “mekanistis”, merupakan solidaritas
“organis”, yaitu atas dasar saling mengatur. Selain kepentingan individual,
diperlukan suatu tata hidup yang mengamankan kepentingan komunal demi
kesejahteraan bersama. Perangkat tatanan kehidupan bersama menurut pola tertentu
kemudian berkembang menjadi apa yang disebut “pranata” sosial” atau abstraksi
yang lebih tinggi lai, dinamakan “kelembagaan” atau “institusi”.
Individu
barulah individu apabila pola perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan
pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Kekhasan atau
penyimpangan dari pola perilaku kolektif menjadikannya individu, menurut relasi
dengan lingkungan sosialnya yang bersifat majemuk serta simultan. Dari individu
dituntut kemampuan untuk membawa dirinya secara konsisten, tanpa kehilangan
identitas nilai etisnya. Relevan dengan relasi – relasi sesaat antara dirinya
dengan berbagai perubahan lingkungan sosialnya. Satuan – satuan lingkungan
sosial yang melingkari individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas, masyarakat,
dan nasion. Individu mempunyai “karakter”, maka satuan lingkungan mempunyai
“karakteristik” yang setiap kali berbeda fungsinya, struktur, peranan, dan
proses – proses yang berlangsung di dalam dirinya. Posisi, peranan dan tingkah
lakunya diharapkan sesuai dengan tuntutan setiap satuan lingkungan sosial dalam
situasi tertentu.
a. Hubungan Individu dengan Dirinya
Merupakan
masalah khas psikologi. Di sini muncul istilah – istilah Ego, Id, dan Superego
serta dipersonalisasi (apabila relasi individu dengan dirinya adalah seperti
dengan orang asing saja), dan sebagainya. Dalam diri seseorang terdapat tiga
sistem kepribadian yang disebut “Id” atau “es” (Jiwa ibarat gunung es di tengah
laut), Ego atau “aku”, dan superego atau uber ich. Id adalah wadah dalam jiwa
seseorang, berisi dorongan primitif dengan sifat temprorer yang selalu
menghendaki agar segera dipenuhi atau dilaksanakan demi kepuasan. Contohnya
seksual atau libido. Ego bertugas melaksanakan dorongan - dorongan Id, tidak
bertentangan dengan kenyataan dan tuntutan dan Superego. Egod alam tugasnya
berprinsip pada kenyataan relative principle.
Superego
berisi kata hati atau conscience, berhubungan dengan lingkungan sosial, dan
punya nilai – nilai moral sehingga merupakan kontrol terhadap dorongan yang
datang dari Id. Karena itu ada semacam pertentangan antara Id dan Superego.
Bila ego gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari id dan larangan dari
superego, maka individu akan mengalami konflik batin yang terus menerus. Untuk
itu perlu kanalisasi melalui mekanisme pertahanan. Demikian psikoanalisa
sebagai teori kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud (1856 – 1939),
sarjana berkebangsaan Jerman.
b. Hubungan Individu dengan Keluarga
Individu
memiliki relasi mutlak dengan keluarga. Ia dilahirkan dari keluarga, tumbuh dan
berkembang untuk kemudian membentuk sendiri keluarga batinnya. Terjadi hubungan
dengan ibu, ayah, dan kakak – adik. Dengan orang tua, dengan saudara – saudara
kandung, terjalin relasi biologis yang disusul oleh relasi psikologis dan
sosial pada umumnya.
Peranan-peranan
dari setiap anggota keluarga merupakan resultan dari relasi biologis,
psikologis, dan sosial. Relasi khusus oleh kebudayaan lingkungan keluarga
dinyatakan melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, bahkan
nilai-nilai agama sekalipun). Masalah kekerabatan seperti adanya marga dan
keluarga besar banyak dibahas dalam antropologi, yang menunjukkan kelakuan dan
tindakan secara tertib dan teratur dalam berbagai deferensi peran dan fungsinya
melalui proses sosialisasi atau internalisasi.
c. Hubungan Individu dengan Masyarakat
Masyarakat
merupakan satuan lingkungan sosial yang bersifat makor. Aspek teritorium kurang
ditekankan. Namun aspek keteraturan sosial dan wawasan hidup kolektif
memperoleh bobo yang lebih besar. Kedua aspek itu munjuk kepada derajat
integrasi masyarakat karena keteraturan esensial dan hdup kolektif ditentukan oleh
kemantapan unsur – unsur masyarakat yang terdiri dari pranat, status, dan
peranan individu. Variabel – variabel tersebut dipakai dalam mengkaji dan
menjelaskan fenomena masyarakat menurut persepsi makro.
Sifat
makro diperoleh dari kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari
sekian banyak komunias yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam
keluarga, lembaga dan individu – individu.
Hubungan
individu dengan masyarakat dalam persepsi makro lebih bersfiat sebagai
abstraksi. Kejahatan dalam masyarakat mako merupakan gejala yang menyimpang
dari norma keteraturan sosial, sekaligus dapat berperan sebagai indikator
tinggi – rendahnya keamanan lingkungan untuk penghuni dan golongan masyarakat
dari status tersebut.
1.5. Urbanisasi
1. Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi
adalah perbindahan penduduk dari desa ke kota.Urbanisasi ini juga dapat
diartikan ialah sebagai perpindahan penduduk yang asalnya dari pedesaan menuju
ke perkotaan. Biasanya suatu perpindahan penduduk ini memiliki tujuan untuk
mencari pekerjaan dan menetap.
Di Indonesia
proses urbanisasi sering terjadi pada saat-saat tertentu. Misalnya, setelah
Idul Fitri dimana masyarakat yang mudik mengajak keluarganya ketika kembali ke
kota. Urbanisasi juga terjadi ketika anak lulus SLTA di perdesaan melanjutkan
pendidikannya ke perguruan tinggi di kota.
2. Proses Terjadinya Urbanisasi
Sedikitnya
lapangan pekerjaan serta juga fasilitas penunjang di pedesaan dan mungkin tidak
meratanya pembangunan diberbagai daerah menjadi salah satu dari sekian banyak
faktor yang menjadi pemicu terjadinya hal tersebut.
Faktor lain yang
turut juga dalam mempengaruhi terjadinya kegiatan atau aktivitas Urbanisasi ini
adalah ajakan dari teman, informasi di media masa, terdesaknya didalam
kebutuhan ekonomi, ingin mendapatkan uang yang banyak serta juga masih banyak
lagi yang lainnya.
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik
dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di
desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1. Memoderenisasikan warga desa
2. Menambah pengetahuan warga desa
3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu
daerah
4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
D. Akibat urbanisasi
1. Terbentuknya suburb tempat-tempat
pemukiman baru dipinggiran kota
2. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang
tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi
persyaratan kesehatan
4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan
sosial dan criminal
BAB
4
2.1.
Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
1. Pengertian Pemuda
Pemuda adalah individu yang bila dilihat
secara fisik sedang Mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami
perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia
pembangunan baik saat ini maupun masa datang.
2.
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses penanaman atau penghapusan kebiasaan atau nilai
dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau
masyarakat. Sejumlah sosiolog sebut sebagai teori peran sosialisasi (teori
peran). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran yang akan dilakukan
oleh seorang.
Pengertian Sosialisasi menurut
beberapa ahli:
- David Gaslin
Sosialisasi adalah proses pembelajaran yang dialami seseorang untuk
memperoleh pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma-norma agar ia dapat
berpartisipasi sebagai anggota masyarakat.
- Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses sosial di mana keuntungan membentuk sikap
individu untuk berperilaku sesuai dengan perilaku orang-orang di sekelilingnya.
- Peter L. Berger
Sosialisasi adalah proses pada anak-anak yang sedang belajar untuk
menjadi anggota masyarakat. Saat ia pelajari adalah bahwa peran gaya hidup di
masyarakat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma dan adat istiadat yang
berlaku dalam masyarakat.
- Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu belajar dan beradaptasi
dengan cara hidup dan cara berpikir kelompok, sehingga ia dapat memainkan peran
dan fungsi dalam kelompok.
- Karel J.Veeger
Sosialisasi adalah Suatu proses belajar untuk mengembangkan potensi.
- Horton & Hunting
Sosialisasi adalah proses dimana seseorang menginternalisasikan
norma-norma kelompok di mana ia hidup berkembang menjadi pribadi yang unik.
- Irvin L. Anak
Sosialisasi adalah proses yang mengharuskan semua individu untuk
mengembangkan potensi perilaku mereka yang sebenarnya diyakini benar dan telah
menjadi kebiasaan dan sesuai dengan standar kelompok.
- Richter JR
Sosialisasi adalah proses bagi seseorang untuk mendapatkan pengetahuan,
keterampilan dan sikap untuk berfungsi sebagai dibuat untuk orang dewasa serta
aktor yang aktif dalam posisi tertentu atau peran dalam masyarakat.
- Robert M.Z. Bunga pala
Sosialisasi adalah proses mempelajari norma-norma, nilai-nilai, peran,
dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi
efektif dalam kehidupan sosial.
- Bruce J. Cohen
Sosialisasi adalah proses belajar manusia bagaimana hidup dalam
masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya untuk
berfungsi baik sebagai individu maupun sebagai anggota.
- Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghargai dan memahami
norma-norma masyarakat di mana ia hidup yang akan membentuk kepribadiannya.
- John C. Macionis
Sosialisasi adalah pengalaman sosial seumur hidup di mana individu dapat
mengembangkan potensi mereka dan belajar pola hidup.
- Giddens
Sosialisasi sebagai proses yang terjadi ketikaseorang bayi lemah
berkembang secara aktif melalui langkah-demi-langkah sampai akhirnya menjadi
pribadi menyadari dia secara pribadi berpengetahuan dan terampil akan menjadi
cara hidup dalam budaya di mana dia tinggal.
- WrightWright
Sosialisasi sebagai proses dimana individu memperoleh dan internalisasi
budaya kelompok (sampai batas tertentu) norma-norma sosial, sehingga dapat
membimbing orang untuk memperhitungkan harapan orang lain.
- Prof Dr Nasution, SH
Sosialisasi adalah proses membimbing individu ke dalam dunia sosial
(sebagai warga negara dewasa).
- Sukandar Wiraatmaja
Sosialisasi adalah proses belajar dari bayi untuk mengidentifikasi dan
memperoleh sikap, pemahaman, ide dan pola perilaku yang disetujui oleh
masyarakat.
- Jack Levin dan James L. Spates
Sosialisasi adalah proses pewarisan dan pelembagaan budaya ke dalam kepribadian
individu.
- Nursal Luth
Sosialisasi adalah suatu proses ketika individu menerima dan menyesuaikan
diri dengan masyarakat.
- Edward Shils
Sosialisasi adalah proses sosial yang dijalankan orang atau lebih
kehidupan seorang individu yang membutuhkan untuk pergi melalui untuk menjadi
anggota kelompok dan masyarakat melalui kelompok belajar dan budaya masyarakat.
- Wikipedia
Sosialisasi adalah proses penanaman atau penghapusan kebiasaan atau nilai
dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau
masyarakat.
3. Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
Internasilasi, Belajar, dan
Sosialisasi. Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki
pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi
sosial. istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang
menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada
perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh
seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah
dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak
panjang dan lama.
4.
Proses
Sosialisasi
Proses
sosialisasi ada 4 yaitu
Tahap persiapan. Pada tahap ini sosialisasi primer terjadi. Individu
yang dekat dengan individu lain berinteraksi dan terjadi sosialisasi. Misal,
seorang anak dengan orang tuanya dalam keluarga inti. Pada tahap ini, seorang
anak belajar mengenal dunia sosialnya, termasuk dirinya. Proses sosialisasi
pada tahap persiapan meliputi pembelajaran bahasa. Anak kecil belajar mengucap
kata-kata dan berbicara.
Tahap bermain. Pada tahap ini seorang anak mempelajari peranannya
dan peran yang dimainkan oleh orang lain. Sebagai contoh, anak laki-laki meniru
ayahnya melukis. Seorang anak perempuan meniru ibunya berenang. Anak laki-laki
bermain bola, anak perempuan memasak. Peran ini dipraktikkan melalui aktivitas
bermainnya atau aktivitas sekadar meniru apa yang dilihatnya.
Tahap bertindak. Pada tahap yang ketiga ini, anak mulai memiliki
kesadaran sebagai diri. Egonya mulai menonjol dengan sikap ke-aku-annya.
Sebagai contoh, seorang anak melihat ke kanan dan ke kiri sebelum menyebrang
jalan. Tindakan ini dilakukan atas kesadaran pada bahaya apabila nyebrang
begitu saja.
Tahap penerimaan. Pada tahap ini, individu sadar akan adanya norma
dan hukum di masyarakat. Dirinya juga sadar memiliki hak dan kewajiban sebagai
anggota masyarakat. Contoh proses sosialisasi yang sudah sampai tahap ini
adalah individu yang sadar dan menerima sebagai orang Indonesia, kemudian
membangun visi tentang apa yang ingin dilakukannya untuk kemajuan Indonesia.
5.
Peranan
Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat,
kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa
mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang
menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan
mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para
generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik
mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja
dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak
diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim
hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya,
hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma
karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih
banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi
waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai
konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang
berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA
yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran
besar bagi bangsa Indonesia.
1.
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Pola
dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang
turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakannya
sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu
serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola
dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan : Landasan
Idiil : Pancasila
Landasan
Konstitusional : Undang-undang dasar 1945
Landasan
Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara
Landasan
Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi
Landasan
Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.
2. Pengertian Pokok Pembinaan dan
Pengembangan Generasi
Dalam
hal ini Pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok
yaitu:
Generasi
muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah
memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam
keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan
bernegara serta pembangunan nasional.
Generasi
muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih
memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan
–kemampuannya ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang
melibatkan secara fungsional.
3. Masalah-Masalah Generasi Muda
Berbagai
permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain:
• Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
• Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
• Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
• Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
• Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran /setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
• Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan seimbang di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
• Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan.
• Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
• Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
• Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
Dan ada juga masalah lain yaitu:
• Kebutuhan Akan Figur Teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat-nasihat bagus yang tinggal hanya kata-kata indah.
•Sikap Apatis
Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
•Kecemasan dan Kurangnya Harga Diri
Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
• Ketidakmampuan untuk Terlibat
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
• Perasaan Tidak Berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
• Pemujaan Akan Pengalaman
Sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda dengan minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yang keliru tentang pengalaman.
4.
Potensi-Potensi Generasi Muda
Potensi-potensi
yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah:
• Idealisme dan daya kritis
• Dinamika dan kreativitas
• Keberanian Mengambil Resiko
• Opimis dan kegairahan semangat
• Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab
• Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
• Patriotisme dan Nasionalisme
• Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi
• Idealisme dan daya kritis
• Dinamika dan kreativitas
• Keberanian Mengambil Resiko
• Opimis dan kegairahan semangat
• Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab
• Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
• Patriotisme dan Nasionalisme
• Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi
• Individu
harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan
kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
Potensi Generasi Muda dapat dikembangkan melalui
bidangnya masing – masing agar tercapai suatu keinginan yang selaras antara
Generasi sebelumnya dan Generasi Baru yang akan mencapai suatu negara yang maju
dan sejahtera.
Pada
negara-negara yang sedang berkembang ternyata masih banyak mendapat kesulitan
untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan.
Sehubungan dengan itu, negara-negara sedang berkembang merasakan selalu
kekurangan tenaga terampil dalam mengisi lowongan-lowongan pekerjaan tertentu
yang meminta tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Kekurangan tenaga
terampil itu terasa manakala negara-negara sedang berkembang merencanakan dan
berambisi untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber alam yang mereka
miliki. Misalnya dalam eksplorasi dan eksploitasi sektor pertambangan, baik
yang berlokasi di darat maupun yang ada di lepas pantai.
Hal yang sama juga dirasakan manakala negara-negara
sedang berkembang berniat untuk melaksanakan program-program industrialisasi
yang menuntut tenaga-tenaga terampil berkualitas tinggi.
Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, pada
umumnya para generasi muda mendapat kesempatan luas dalam mengembangkan
kemampuan dan potensi idenya. Para mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda,
didorong, dirangsang dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam
berlomba menciptakan suatu ide/gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk
barang, dengan berorientasi pada teknologi mereka sendiri.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial
manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang
unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan mengembangkan
warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan
berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu
cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di
dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita
untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Macam-macam pendidikan:
Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan
menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta
didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya:
Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas
(SMA).
Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah
yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).jenis ini
termasuk ke dalam pendidikan formal.
Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi
program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan
disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi
setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu
profesi atau menjadi seorang profesional.
Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang
mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan
tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata
1).
Pendidikan keagamaan
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar,
menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan
peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran
agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.
Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan
pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang
memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung
dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat
pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).
3.
Pengertian Perguruan Tinggi
Perguruan
tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa,
sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2, yaitu:
Perguruan tinggi negeri
adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara.
Perguruan tinggi swasta,
adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.
Pertama, sebagai
kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki
pengetahuan yang luas tentang masyarakat, karena adanya kesempatan untuk
terlibat di dalam pemikiran, pembicaraan serta penelitian tentang berbagai
masalah yang ada dalam masyarakat.
Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapat proses sosialisasi terpanjang secara berencana, dibanding dengan generasi muda lainnya.
Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya.
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya
Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapat proses sosialisasi terpanjang secara berencana, dibanding dengan generasi muda lainnya.
Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya.
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya
BAB 5
3.1.
Warga Negara dan Negara
Hukum
adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan
kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi
dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam
hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana,
hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam
konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan
hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di
mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau
kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur
persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan
peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa “Sebuah
supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan
tirani yang merajalela.”
Hukum
itu meliputi beberapa sifat, yaitu :
- Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam
pergaulan masyarakat.
- Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi
yang berwajib.
- Peraturan itu bersifat memaksa.
- Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut
adalah tegas.
Sumber-Sumber
Hukum:
Sumber-sumber hukum adalah segala sesuatu yang
dapat menimbulkan terbentuknya peraturan-peraturan. Peraturan tersebut biasanya
bersifat memaksa. Sumber-sumber hukum ada 2 jenis yaitu :
A. Sumber-sumber hukum materiil, yakni
sumber-sumber hukum yang ditinjau dari berbagai perspektif.
B. Sumber-sumber hukum formiil, yakni UU, kebiasaan,
jurisprudentie, traktat dan doktrin.
2. Pengertian Negara
Negara
adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer,
ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di
wilayah tersebut.
Negara
adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah
tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat
lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu
berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara
diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada
wilayah tempat negara itu berada.
Dua
tugas utama negara:
A. Tugas
esensial Negara adalah mempertahankan Negara sebagai organisasi politikyang
berdaulat. Tugas ini menjadi tugas Negara (memelihara perdamaian,
ketertiban,dan ketentraman dalam Negara serta melindungi hak milik dari setiap
orang) dan tugas eksternal (mempertahankan kemerdekaan Negara). Tugas esensial
sering tugas asli dari Negara sebab dimiliki oleh setiap pemerintah Negara di
seluruh dunia.
B. Tugas
fakultatif Negara diselenggarakan oleh Negara untuk dapat memperbesar
kesejahteraan umum baik moral, intelektual, sosial, maupun ekonomi. Misalnya,
memelihara kesejahteraan fakir miskin, kesehatan, dan pendidikan rakyat.
Sifat-Sifat
Negara:
Sifat
memaksa, artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik
secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya
anarkhi.
Sifat
monopoli, artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan
bersama dari masyarakat.
Sifat
mencakup semua, artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang
tanpa kecuali.
Negara
terbagi menjadi dua bentuk, yaitu:
- Negara
Kesatuan
negara
bersusunan tunggal. Maksudnya adalah kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya
ada di tangan pemerintah pusat. Negara kesatuan terdiri dari beberapa negara
yang menggabungkan diri sehingga menjadi suatu negara yang mempunyai status
bagian-bagian. Pemerintah pusat memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam
maupun ke luar. Di dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala
negara, satu dewan Menteri (kabinet), dan satu parlemen.
- Negara
Serikat/Federal
Negara
serikat, negara federal, atau negara federasi adalah suatu negara bersusun
jamak yang terdiri dari beberapa negara bagian yang tidak berdaulat sedangkan
yang berdaulat adalah gabungan dari negara-negara bagian itu. Pemerintah
federal (pusat) hanya mengeluarkan kebijakan yang bersifat membatasi dan hanya
pemerintah pusat yang boleh mengadakan hubungan dengan negara lain.
3. Pengertian Pemerintahan
Pemerintahan
merupakan salah satu unsur penting daripada negara. Tanpa Pemerintahan, maka negara
tidak ada yang mengatur. Karena Pemerintahan merupakan roda negara, maka tidak
akan mungkin ada sesuatu negara tanpa Pemerintah
4. Warga Negara
Warganegara adalah
orang-orang yang menurut hukum atau secara resmi merupakan anggota resmi dari
suatu Negara tertentu,atau dengan kata lain warganegara adalah warga suatu
Negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Kriteria yang diperlukan
untuk menjadi warga negara:
1. Asas Kelahiran
a. Ius Soli (Menurut Tempat Kelahiran)
yaitu; Penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat dimana ia
dilahirkan. Seseorang yang dilahirkan di negara A maka ia menjadi warga negara
A, walaupun orang tuanya adalah warga negara B. asas ini dianut oleh negara
Inggris, Mesir, Amerika dll
b. Ius Sanguinis (Menurut
Keturunan/Pertalian Darah) yaitu; Penentuan status kewarganegaraan seseorang
berdasarkan keturunan dari negara mana seseorang berasal Seseorang yg
dilahirkan di negara A, tetapi orang tuanya warga negara B, maka orang tersebut
menjadi warga negara B.(dianut oleh negara RRC)
2. Naturalisasi Adalah suatu perbuatan
hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh status kewarganegaraan, Misal
: seseorang memperoleh status kewarganegaraan akibat dari pernikahan,
mengajukan permohonan, memilih/menolak status kewarganegaraan
a. Naturalisasi Biasa Syarat – syarat :
b. Telah berusia 21 Tahun
c. Lahir di wilayah RI / bertempat
tinggal yang paling akhir min. 5 thn berturut- turut atau 10 tahun tidak
berturut-turut
d. Apabila ia seorang laki-laki yg sdh kawin,
ia perlu mendpt persetujuan istrinya
e. Dapat berbahasa Indonesia
f. Sehat jasmani & rokhani
g. Bersedia membayar kepada kas negara
uang sejumlah Rp.500 sampai 10.000 bergantung kepada penghasilan setiap bulan
h. Mempunyai mata pencaharian tetap
i. Tidak mempunyai kewarganegaraan lain
apabila ia memperoleh kewarganegaraan atau kehilangan kewarganegaraan RI
Pasal
tentang Warga Negara
Bunyi Pasal 26 Ayat 1 dan 2 UUD 1945 adalah (1) Yang
menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang
bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. (2)
Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di
Indonesia.
Pasal tentang Hak dan
Kewajiban Warga Negara
Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak
kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal
34 UUD 1945.
5. Negara
Keberadaan
negara, seperti organisasi secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya
(rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini
dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai Konstitusi, termasuk
didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara.
Sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama, maksud didirikannya negara
Konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatu negara. Karenanya dia
juga mengatur bagaimana negara dikelola. Konstitusi di Indonesia disebut
sebagai Undang-Undang Dasar.
Dalam
bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai
kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Bentuk paling kongkrit
pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik, yakni pelayanan yang
diberikan negara pada rakyat. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara
memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan, fungsi pelayanan paling
dasar adalah pemberian rasa aman. Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan
bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam
kehidupannya. Dalam perkembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan
yang berbeda bagi warganya.
Berbagai
keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh warga negara, atau hukum, baik
yang merupakan penjabaran atas hal-hal yang tidak jelas dalam Konstitusi maupun
untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat, semua
kebijakan ini tercantum dalam suatu Undang-Undang. Pengambilan keputusan dalam
proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara demokratis, yakni
menghormati hak tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan
mengikat mereka itu. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang
mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang
yang mengurusi kehidupan rakyat banyak ini dipilih secara demokratis pula.
DAFTAR PUSTAKA
LINK STUDI KASUS: https://media.neliti.com/media/publications/52885-ID-permasalahan-kekerasan-dalam-rumah-tangg.pdf
LINK VIDEO STUDI KASUS: https://www.youtube.com/watch?v=6rMXEfj8Hk4